Tutup
Perbankan

Mentan Amran Turun Tangan, Stabilkan Harga Ayam Peternak

138
×

Mentan Amran Turun Tangan, Stabilkan Harga Ayam Peternak

Sebarkan artikel ini
siapkan-solusi,-mentan-amran-bakal-cek-harga-ayam-hidup-yang-anjlok
Siapkan Solusi, Mentan Amran Bakal Cek Harga Ayam Hidup yang Anjlok

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berjanji akan turun tangan mengatasi anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak.Harga ayam dilaporkan jatuh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

“Nanti aku cek,” tegas Amran di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).

Pemerintah, kata Amran, telah menyiapkan solusi jangka panjang untuk menstabilkan harga ayam. Salah satunya adalah membangun pabrik pakan khusus untuk peternak kecil.

Pabrik ini nantinya akan memproduksi DOC (day old chick) atau anak ayam umur sehari, serta menyediakan vaksin dan obat-obatan. “Solusi permanennya adalah membangun pabrik-pabrik pakan dan DOC itu milik pemerintah,” jelas Amran.

Sebelumnya, Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengeluhkan harga ayam hidup di kandang yang anjlok hingga Rp18 ribu per kilogram (kg). Padahal,HAP yang ditetapkan pemerintah adalah Rp25 ribu per kg.

Permindo juga mencatat Harga Pokok Produksi (HPP) ayam hidup saat ini mencapai Rp22 ribu per kg. Kenaikan HPP ini disebabkan oleh melonjaknya harga pakan ternak.

Menanggapi keluhan tersebut, Amran menyatakan akan memanggil para pelaku usaha pakan jika terbukti ada kenaikan harga.

“Kami akan panggil. Tolong pabrik pakan jangan naikkan harga,” tegasnya.Asep saepudin, anggota Permindo, mengungkapkan bahwa harga ayam sudah turun hingga Rp18.500 per kg dan terus merosot.

“Setiap hari bisa turun Rp500 hingga Rp1.000 per kg. HPP kita sudah Rp22 ribu per kg. Peternak sudah rugi Rp4.000 per kg dari produksinya,” ungkap Asep.Asep menambahkan, harga pakan juga mengalami kenaikan sekitar Rp200 per kg. Biaya pakan normalnya mencapai Rp8.500 per kg.

“Sebelumnya normal di Rp8.200-Rp8.500 per kg harga pakan, jadi yang beredar sekarang sudah naik Rp200,” imbuhnya.Menurut Asep, permintaan ayam sempat normal selama bulan Ramadan lalu. Namun, setelah Lebaran, stok ayam tidak terserap dengan baik, terutama karena libur sekolah yang menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ramadan normal, informasi yang didapat setelah Idulfitri kondisi pasar yang belum normal dan program MBG belum berjalan sehingga terjadi penumpukan di stok. Terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang drop duluan harga berimbas ke jawa Barat dan Banten,” jelasnya.

Permindo berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah ini, mengingat peternak telah mengalami kerugian yang signifikan.

“HPP kita sudah di Rp22 ribu, harapan kita sebagai peternak bisa jual kembali di harga Rp 24 ribu per kg,” pungkasnya.