Tutup
Regulasi

Rencana Pemindahan PNM dan Whoosh ke Kemenkeu Dinilai Berisiko bagi Ekonomi

162
×

Rencana Pemindahan PNM dan Whoosh ke Kemenkeu Dinilai Berisiko bagi Ekonomi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Wacana pengalihan kendali PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan operator kereta cepat Whoosh ke bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menuai kritik tajam dari para ekonom. Langkah ini dinilai berpotensi memicu inefisiensi serta mengganggu tata kelola badan usaha milik negara (BUMN) yang selama ini telah berjalan profesional.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut ide tersebut sebagai langkah mundur yang menyerupai pola pengelolaan BUMN sebelum Kementerian BUMN terbentuk. Menurutnya, pemisahan BUMN ke berbagai kementerian teknis justru kontraproduktif, terutama di tengah upaya pemerintah mengonsolidasikan aset melalui Danantara.

“Ide menarik Whoosh dan PNM ke Kemenkeu adalah langkah mundur. Pendirian Danantara adalah langkah bagus, jangan sampai diganggu oleh kebijakan yang justru kontraproduktif,” ujar Wijayanto.

Terkait proyek Whoosh, Wijayanto menegaskan bahwa pengelolaan sektor transportasi memerlukan keahlian teknis khusus yang tidak dimiliki oleh Kemenkeu. Ia menilai PT KAI dan Danantara adalah payung organisasi yang jauh lebih relevan untuk mengawasi operasional kereta cepat tersebut.

Selain isu teknis, Wijayanto menyoroti beban kerja Kemenkeu yang sudah terlampau besar. Ia menilai kementerian tersebut seharusnya fokus pada kebijakan fiskal serta penyelesaian masalah internal, seperti integrasi sistem Coretax hingga pembenahan integritas di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.

“Tugas Kemenkeu sudah teramat banyak. Bukannya ditambah, mereka justru perlu fokus ke kebijakan fiskal. Bahkan, institusi seperti LPDP dan SMI idealnya direlokasi dari Kemenkeu,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mempertanyakan urgensi pengambilalihan PNM. Ia menilai jika sebuah BUMN sudah dikelola secara profesional, intervensi kementerian justru berisiko merugikan perusahaan.

Nailul juga mengkritik rencana transformasi PNM menjadi bank UMKM. Menurutnya, pemerintah saat ini sudah memiliki terlalu banyak bank BUMN, sehingga alih-alih mendirikan entitas baru, pemerintah seharusnya fokus pada konsolidasi perbankan yang ada.

“Jika tujuannya memperkuat pembiayaan untuk rakyat kecil, seharusnya kembangkan skema yang sudah ada menggunakan instrumen yang sudah terbentuk, bukan malah diambil alih oleh Kemenkeu,” jelas Nailul.

Sebelumnya, Menteri Keuangan dikabarkan tengah mengkaji rencana pengambilalihan PNM, termasuk opsi pertukaran aset dengan PT Geo Dipa Energi. Pemerintah berargumen bahwa perubahan ini bertujuan menjadikan PNM sebagai bank khusus UMKM.

Sementara itu, untuk proyek Whoosh, pemerintah mengklaim pembahasan mengenai skema pengelolaan telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Rencana ini kini menjadi sorotan publik karena dianggap berpotensi mengaburkan fungsi utama Kemenkeu sebagai pengelola kebijakan fiskal negara.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…