Tutup
Regulasi

Proyeksi Dividen Jumbo BBRI dan Potensi Pendapatan bagi Danantara

155
×

Proyeksi Dividen Jumbo BBRI dan Potensi Pendapatan bagi Danantara

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal menerima suntikan dana segar bernilai fantastis dari pembagian dividen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Melalui anak usahanya, PT Danantara Asset Management, lembaga tersebut berhak mengantongi dividen final sekitar Rp 16,67 triliun.

Besarnya nilai dividen yang diterima Danantara tidak lepas dari status kepemilikan sahamnya di bank pelat merah tersebut. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Maret 2026, Danantara memegang 79,80 miliar lembar saham BBRI atau setara dengan 52,66% kepemilikan.

Sebelumnya, BBRI telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membagikan dividen final dengan total nilai mencapai Rp 31,47 triliun, atau setara Rp 209 per saham. Sebagai pemegang saham pengendali, Danantara menjadi pihak yang memperoleh porsi terbesar.

Manajemen BBRI pun telah merinci jadwal pembagian dividen tersebut. Tanggal *cum dividen* di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 20 April 2026, diikuti dengan *ex dividen* pada 21 April 2026.

Selanjutnya, *recording date* atau daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan dilakukan pada 22 April 2026 pukul 16.15 WIB. Adapun proses pembayaran dividen kepada para pemegang saham rencananya akan dilakukan pada 8 Mei 2026.

Secara keseluruhan, BBRI mengalokasikan total Rp 52,10 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 untuk dibagikan sebagai dividen. Angka tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun atau Rp 137 per saham yang telah disalurkan lebih dulu kepada pemegang saham pada 15 Januari 2026.

Masuknya dana dividen final ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas investasi BPI Danantara dalam mengelola portofolio aset negara ke depannya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…