Tutup
Regulasi

IHSG Menguat 4 Hari, Saham Big Banks Jadi Incaran Investor Asing

138
×

IHSG Menguat 4 Hari, Saham Big Banks Jadi Incaran Investor Asing

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatan selama empat hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026), indeks ditutup menguat 0,55% atau 41,69 poin ke level 7.500,18.

Sentimen positif ini didorong oleh kembalinya aliran dana masuk (*capital inflow*) dari investor asing ke pasar modal Indonesia. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp20,45 triliun dengan volume perdagangan sebesar 42,51 miliar saham.

Dalam perdagangan tersebut, IHSG sempat bergerak di rentang level terendah 7.351 hingga level tertinggi 7.527. Secara keseluruhan, sebanyak 397 saham mengalami kenaikan, 264 saham terkoreksi, dan 156 saham lainnya stagnan.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih (*net buy*) mencapai Rp396,77 miliar di seluruh pasar. Fokus pembelian asing terlihat tertuju pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (*big banks*) yang sebelumnya sempat mengalami tekanan jual.

Berikut adalah 10 saham dengan nilai *net buy* asing terbesar pada perdagangan Selasa:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp160,68 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp105,47 miliar
3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp77,89 miliar
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp70,43 miliar
5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp69,1 miliar
6. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA): Rp54,09 miliar
7. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp50,06 miliar
8. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp40,46 miliar
9. PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp33,51 miliar
10. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp30,95 miliar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…