Tutup
Regulasi

Bappenas Ungkap Pergeseran Risiko Global Menuju Tantangan Geoekonomi

201
×

Bappenas Ungkap Pergeseran Risiko Global Menuju Tantangan Geoekonomi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bappenas mengungkapkan adanya pergeseran risiko global yang signifikan, di mana konfrontasi geoekonomi kini menggantikan perubahan iklim sebagai ancaman terbesar bagi dunia. Ketegangan geopolitik saat ini tidak lagi sekadar didorong oleh faktor ekonomi, melainkan juga instrumen politik yang digunakan berbagai negara.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati, dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026, Rabu (15/4), menjelaskan bahwa instrumen perdagangan dan teknologi kini kerap dijadikan senjata strategis. Kondisi ini memicu volatilitas harga energi dan mengganggu distribusi komoditas penting, termasuk bahan baku pupuk.

Dampak nyata dari ketegangan ini terlihat dari konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Sejak akhir Februari lalu, konflik tersebut menghambat pasokan energi global akibat penutupan akses di rute vital Selat Hormuz.

Vivi menegaskan bahwa Indonesia tidak luput dari dampak negatif konflik geopolitik ini. Perekonomian nasional sepanjang 2026 berpotensi menghadapi tantangan serius, terutama terkait ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi dan lonjakan inflasi.

Selain risiko inflasi, ketidakpastian global ini juga berisiko menggerus cadangan devisa negara, memicu penurunan peluang kerja, hingga meningkatkan angka kemiskinan di tanah air.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap menjaga optimisme dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menyentuh angka 8% pada 2029.

Sebagai langkah strategis, Bappenas menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada tahun ini dan 7,5% pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah kini tengah memetakan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih adaptif dan realistis di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…