Tutup
Regulasi

Bappenas Ungkap Pergeseran Risiko Global Menuju Tantangan Geoekonomi

99
×

Bappenas Ungkap Pergeseran Risiko Global Menuju Tantangan Geoekonomi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bappenas mengungkapkan adanya pergeseran risiko global yang signifikan, di mana konfrontasi geoekonomi kini menggantikan perubahan iklim sebagai ancaman terbesar bagi dunia. Ketegangan geopolitik saat ini tidak lagi sekadar didorong oleh faktor ekonomi, melainkan juga instrumen politik yang digunakan berbagai negara.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati, dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026, Rabu (15/4), menjelaskan bahwa instrumen perdagangan dan teknologi kini kerap dijadikan senjata strategis. Kondisi ini memicu volatilitas harga energi dan mengganggu distribusi komoditas penting, termasuk bahan baku pupuk.

Dampak nyata dari ketegangan ini terlihat dari konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Sejak akhir Februari lalu, konflik tersebut menghambat pasokan energi global akibat penutupan akses di rute vital Selat Hormuz.

Vivi menegaskan bahwa Indonesia tidak luput dari dampak negatif konflik geopolitik ini. Perekonomian nasional sepanjang 2026 berpotensi menghadapi tantangan serius, terutama terkait ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi dan lonjakan inflasi.

Selain risiko inflasi, ketidakpastian global ini juga berisiko menggerus cadangan devisa negara, memicu penurunan peluang kerja, hingga meningkatkan angka kemiskinan di tanah air.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap menjaga optimisme dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menyentuh angka 8% pada 2029.

Sebagai langkah strategis, Bappenas menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada tahun ini dan 7,5% pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah kini tengah memetakan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih adaptif dan realistis di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…