JAKARTA – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menyiapkan belanja modal atau *capital expenditure* (capex) sebesar US$ 2,1 juta untuk tahun 2026. Alokasi dana ini difokuskan untuk memperkuat operasional pabrik guna menjaga daya saing perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Rincian penggunaan dana tersebut mencakup US$ 1,8 juta untuk mesin dan peralatan (*machinery & equipment*), serta US$ 0,3 juta untuk peralatan pendukung (*supporting equipment*).
Manajemen NIKL dalam laporan paparan publik mengungkapkan bahwa investasi ini tidak hanya ditujukan untuk pemeliharaan rutin. Dana tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi demi memenuhi standar spesifikasi pelanggan yang semakin ketat.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten. Hal ini menjadi krusial mengingat permintaan nasional saat ini masih cenderung lemah, namun menuntut standar kualitas yang lebih tinggi.
Investasi ini diharapkan mampu menjaga keandalan operasional pabrik sekaligus memperkuat posisi NIKL di industri *tinplate* nasional.
Di sisi lain, perusahaan tetap menjadikan pasar domestik sebagai fokus utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sebagai satu-satunya produsen *tinplate* di dalam negeri dengan kapasitas produksi yang masih di bawah total permintaan nasional, NIKL optimistis dapat menjaga keberlangsungan bisnisnya.
Terkait target kinerja, NIKL memproyeksikan laba bersih sebesar US$ 3 juta dengan pendapatan mencapai US$ 160 juta pada 2026. Sebagai perbandingan, pada 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 139,83 juta dengan laba bersih mencapai US$ 973.386.







