Tutup
Regulasi

Latinusa (NIKL) kucurkan capex US$ 2,1 juta di 2026, fokus genjot produksi

141
×

Latinusa (NIKL) kucurkan capex US$ 2,1 juta di 2026, fokus genjot produksi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menyiapkan belanja modal atau *capital expenditure* (capex) sebesar US$ 2,1 juta untuk tahun 2026. Alokasi dana ini difokuskan untuk memperkuat operasional pabrik guna menjaga daya saing perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Rincian penggunaan dana tersebut mencakup US$ 1,8 juta untuk mesin dan peralatan (*machinery & equipment*), serta US$ 0,3 juta untuk peralatan pendukung (*supporting equipment*).

Manajemen NIKL dalam laporan paparan publik mengungkapkan bahwa investasi ini tidak hanya ditujukan untuk pemeliharaan rutin. Dana tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi demi memenuhi standar spesifikasi pelanggan yang semakin ketat.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten. Hal ini menjadi krusial mengingat permintaan nasional saat ini masih cenderung lemah, namun menuntut standar kualitas yang lebih tinggi.

Investasi ini diharapkan mampu menjaga keandalan operasional pabrik sekaligus memperkuat posisi NIKL di industri *tinplate* nasional.

Di sisi lain, perusahaan tetap menjadikan pasar domestik sebagai fokus utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sebagai satu-satunya produsen *tinplate* di dalam negeri dengan kapasitas produksi yang masih di bawah total permintaan nasional, NIKL optimistis dapat menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Terkait target kinerja, NIKL memproyeksikan laba bersih sebesar US$ 3 juta dengan pendapatan mencapai US$ 160 juta pada 2026. Sebagai perbandingan, pada 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 139,83 juta dengan laba bersih mencapai US$ 973.386.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…