Tutup
Regulasi

Investasi Emas Tetap Diminati Meski Harga Pasar Berfluktuasi

193
×

Investasi Emas Tetap Diminati Meski Harga Pasar Berfluktuasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Harga emas global terus menunjukkan fluktuasi sepanjang awal tahun 2026. Meski demikian, logam mulia tetap menjadi instrumen investasi favorit masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia.

Data Trading Economics mencatat harga emas sempat berada di kisaran US$ 4.300 per troy ons pada 2 Januari, sebelum melonjak ke level US$ 5.400 per troy ons pada 28 Januari. Tren kemudian berlanjut ke posisi US$ 4.400 per troy ons pada 23 Maret, dan kembali naik ke level US$ 4.800 per troy ons pada 16 April 2026.

Public Relation Manager PT Central Mega Kencana (CMK), Chikita Rosemarie, menuturkan bahwa permintaan emas maupun perhiasan berlian tetap terjaga. CMK, yang menaungi merek The Palace, Frank & co, Mondial, dan Laku Emas, mencatat animo masyarakat untuk mengalihkan aset ke bentuk emas fisik maupun digital masih sangat tinggi.

“Di tengah dinamika geopolitik global, masyarakat cenderung ingin mengamankan aset mereka. Konversi aset ke dalam bentuk emas dan perhiasan masih konsisten, bahkan cenderung meningkat,” ujar Chikita, Kamis (16/4/2026).

Chikita menyebut penjualan emas di The Palace mengalami peningkatan signifikan sepanjang kuartal I-2026 dan berjalan sesuai dengan target perusahaan. Sebagai bentuk apresiasi, The Palace kini meluncurkan program “Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026” yang menawarkan berbagai hadiah mulai dari perhiasan emas, berlian, hingga sepeda motor.

Selain emas fisik, tren investasi emas digital juga kian digandrungi masyarakat. Hal ini tercermin dari data transaksi di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX).

Sepanjang kuartal I-2026, total transaksi emas digital di ICDX mencapai 30.921.382 gram. Angka ini melonjak tajam sebesar 246% dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatatkan transaksi sebesar 8.941.108 gram.

Direktur ICDX, Nursalam, menilai lonjakan tersebut membuktikan bahwa perdagangan pasar fisik emas secara digital di bursa berjangka semakin mendapat kepercayaan publik. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap tawaran investasi emas digital yang mencurigakan di media sosial.

“Kami terus berkolaborasi dengan regulator, yakni Bappebti, untuk memperluas edukasi ekosistem ini. Melihat tren positif di kuartal I-2026, kami optimis volume transaksi akan terus tumbuh hingga akhir tahun,” pungkas Nursalam.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…