NEW YORK – Rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX diprediksi akan menjadi aksi korporasi terbesar dalam sejarah, yang sekaligus mengukuhkan pergeseran ekonomi global ke sektor antariksa. Alphabet Inc., induk usaha Google, diproyeksikan menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan potensi nilai investasi mencapai 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.715 triliun.
Keuntungan fantastis ini merupakan buah dari investasi awal Alphabet di SpaceX satu dekade lalu. Berdasarkan pengajuan terbaru SpaceX di Alaska, Alphabet tercatat memegang 6,11 persen saham hingga akhir 2025. Meski kepemilikan tersebut diperkirakan terdelusi menjadi sekitar 5 persen akibat merger dengan xAI milik Elon Musk, nilai investasi Google tetap bernilai sangat besar.
Valuasi SpaceX dalam IPO mendatang ditargetkan menyentuh angka 2 triliun dolar AS. Dengan proyeksi tersebut, SpaceX berpotensi menghimpun dana hingga 75 miliar dolar AS, sekaligus memecahkan rekor global. Para analis menilai bahwa momentum ini bukan sekadar keberhasilan finansial bagi investor awal, melainkan titik balik yang mampu mengubah kekayaan secara signifikan dalam semalam.
Analis senior PitchBook, Franco Granda, menyebut bahwa investor yang masuk pada periode 2021 berpotensi meraih keuntungan hingga 20 kali lipat dari modal awal mereka. “Bagi banyak pihak, ini adalah keuntungan yang mendefinisikan karier mereka,” ujar Granda.
Sejarah mencatat, Google pertama kali menyuntikkan dana sebesar 1 miliar dolar AS ke SpaceX pada 2015, saat valuasi perusahaan roket tersebut masih berada di kisaran 10 miliar dolar AS. Sejak didirikan pada 2002, SpaceX memang tumbuh pesat hingga mencapai status *unicorn* hanya dalam waktu delapan tahun.
Bagi Elon Musk, IPO ini berpeluang menobatkannya sebagai triliuner pertama di dunia. Saat ini, Musk diperkirakan masih menguasai sekitar 40 persen saham perusahaan. Selain investor institusi, lonjakan valuasi ini juga diprediksi akan mengubah nasib finansial para eksekutif dan karyawan lama SpaceX.
Dampak positif investasi ini sejatinya telah dirasakan Alphabet. Pada kuartal pertama 2025, perusahaan melaporkan tambahan laba sebesar 8 miliar dolar AS yang diyakini berasal dari kepemilikan saham di SpaceX. Sepanjang tahun, total keuntungan dari sekuritas ekuitas Alphabet tercatat mencapai 24,1 miliar dolar AS.
Dengan target pelaksanaan IPO pada Juni mendatang, SpaceX tidak hanya akan memecahkan rekor di pasar modal, tetapi juga menjadi penanda babak baru integrasi antara sektor antariksa, kecerdasan buatan, dan kekuatan modal raksasa dalam membentuk peta ekonomi masa depan.







