Tutup
Regulasi

CIMB Niaga Bagikan Dividen Rp 4,07 Triliun, Simak Jadwal Lengkapnya

75
×

CIMB Niaga Bagikan Dividen Rp 4,07 Triliun, Simak Jadwal Lengkapnya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp4,07 triliun kepada para pemegang sahamnya.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan perseroan pada Jumat (17/4/2026).

Manajemen CIMB Niaga dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia menyatakan, nilai dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 60 persen dari total laba bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp6,78 triliun. Rasio pembayaran dividen (*dividend payout ratio*) ini konsisten dengan kebijakan tahun sebelumnya.

Dividen tersebut akan didistribusikan kepada seluruh pemegang saham, baik pemegang saham kelas A maupun kelas B. Dengan jumlah saham yang berhak menerima sebanyak 25,14 miliar lembar, maka setiap pemegang satu saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp161,77 secara bruto.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini didorong oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan konsistensi performa serta fundamental bisnis bank yang sehat.

Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen, berikut adalah jadwal pembagiannya:

* Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 27 April 2026
* Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 28 April 2026
* Cum dividen di pasar tunai: 29 April 2026
* *Recording date*: 29 April 2026
* Ex dividen di pasar tunai: 30 April 2026
* Pembayaran dividen tunai: 13 Mei 2026

Perseroan akan memberikan dividen kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per tanggal 29 April 2026 pukul 16.00 WIB. Selain itu, nominal dividen yang diterima investor akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dan perak melanjutkan penguatan pada pekan lalu, tetapi kenaikan ini dinilai belum mencerminkan perubahan tren di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih tinggi. Berdasarkan data Trading Economics, pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2026), harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 4.833 per ons troi, naik 1,72% dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga perak secara mingguan menguat…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja emiten batubara tercatat menurun pada tahun 2025 yang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Sejumlah faktor seperti pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), harga batubara hingga sentimen geopolitik menjadi faktor penentu kinerja emiten batubara ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa volume produksi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga Bitcoin sempat menguat menembus level US$ 75.000 setelah adanya kabar kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Jumat (17/4/2026) dinihari. Sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Berdasarkan data pasar, pada Minggu (19/4/2026) pukul 07.55 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$ 75.693 atau naik 3,62%…