Tutup
Regulasi

MSCI Akui Empat Reformasi, BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari Indeks

112
×

MSCI Akui Empat Reformasi, BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari Indeks

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan kebijakan transparansi pasar dengan mengecualikan saham-saham berstatus *High Shareholding Concentration* (HSC) dari daftar indeks unggulan. Langkah ini diambil sebagai respons atas evaluasi MSCI guna memastikan indeks tetap *investable* atau layak investasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin diskusi konstruktif dengan MSCI terkait reformasi transparansi pasar. Saat ini, MSCI tengah melakukan penilaian atas reformasi tersebut serta menghimpun umpan balik dari para pelaku pasar.

“BEI telah mengimplementasikan kebijakan ini pada indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak lagi dimasukkan ke dalam konstituen indeks unggulan BEI,” ujar Nyoman, Rabu (22/4).

Penerapan aturan ini bertujuan agar konstituen indeks selaras dengan tujuan investasi dan dapat menjadi referensi yang lebih akurat bagi para investor dalam mengambil keputusan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan, BEI akan terus memberikan edukasi kepada publik. Pihak bursa juga menyediakan layanan *hot desk* khusus untuk menjawab pertanyaan dan menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan para pelaku pasar.

Upaya reformasi ini menuai respons positif dari pasar. Sejak pengumuman penyelesaian *market transparency reform* pada 2 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 8%, dari posisi 7.026 poin hingga ditutup di level 7.559 pada Selasa (21/4).

“Kenaikan indeks ini mencerminkan bahwa publik dan investor menyambut positif reformasi yang telah dilakukan,” tambah Nyoman.

Ke depan, BEI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam perlindungan investor. Langkah ini difokuskan pada peningkatan likuiditas serta kepercayaan investor, guna memastikan aktivitas perdagangan di pasar modal tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (22/4/2026), setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,1 poin, atau 0,25% ke level 49.271,5. Indeks S&P 500 naik 38,9 poin, atau 0,55% ke level 7.102,91, sementara Indeks Nasdaq Composite naik 202,3 poin, atau 0,83% ke level…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM mengumumkan pembagian dividen tunai dari hasil kinerja tahun buku 2025. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (22/4/2026). MINE bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 60,23 miliar atau setara Rp 14,75 per saham. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) ini mencapai 30% dari total laba bersih yang diraup…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah kriteria evaluasi indeks-indeks utama, yaitu LQ45, IDX30, dan IDX80. Langkah ini dinilai akan meningkatkan volatilitas dalam waktu dekat, namun dampaknya bisa lebih positif untuk jangka panjang. Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, BEI menyebutkan ada dua aspek yang dilakukan penyesuaian kriteria evaluasi konstituen indeks utama. Yaitu, kriteria universe dan kriteria acuan rasio free…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Indointernet Tbk (EDGE) mengantongi restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (22/4) untuk melakukan voluntary delisting menjadi perusahaan tertutup. Direktur Utama Indointernet, Donauly E. Situmorang menjelaskan EDGE telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen untuk melakukan delisting dan mengubah status perusahaan menjadi tertutup. “Kami akan mengikuti regulasi yang mana…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Keberadaan lebih dari satu bursa kripto di Indonesia dinilai berawal dari perbedaan model pembentukan pasar. Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir menjelaskan, sejak awal ekosistem kripto di Indonesia berkembang dari pendekatan berbasis sektor swasta atau private sector, berbeda dengan pasar saham. Sebagai perbandingan, pasar saham Indonesia yang sempat memiliki dua bursa, yakni Bursa Efek Jakarta…