JAKARTA – Harga saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencatatkan tren positif dengan penguatan selama dua hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah merebaknya spekulasi pasar mengenai prospek strategis perseroan ke depan.
Pada penutupan perdagangan Selasa (22/4/2026), harga saham BDMN ditutup di level Rp3.850. Angka tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 55,24% dalam sepekan terakhir, bahkan sempat menyentuh batas atas *auto rejection* (ARA) selama dua hari perdagangan.
Terkait fenomena tersebut, Chief Strategy Officer Bank Danamon, Reza Iskandar Sardjono, menegaskan bahwa pihak manajemen tidak memberikan tanggapan atas rumor yang beredar di pasar.
“Kami tidak dapat berkomentar terhadap rumor atau spekulasi,” ujar Reza, Kamis (23/4/2026).
Menurut Reza, pergerakan harga saham di lantai bursa sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar, yakni interaksi antara permintaan dan penawaran investor, yang berada di luar kendali perusahaan.
Ia menegaskan, saat ini manajemen tetap fokus mengelola kegiatan usaha sesuai dengan prioritas strategis perusahaan. Fokus utama Danamon saat ini adalah penguatan layanan dan penyediaan solusi finansial bagi nasabah, serta terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan industri jasa keuangan.
Di sisi lain, rumor yang berkembang di pasar menyebutkan adanya rencana penggabungan atau merger antara Bank Danamon dengan cabang MUFG di Indonesia. Jika aksi korporasi ini terealisasi, entitas gabungan keduanya diprediksi memiliki total aset hampir mencapai Rp500 triliun.
Besaran aset tersebut berpotensi melampaui CIMB Niaga, yang saat ini memegang posisi sebagai bank swasta terbesar kedua di Indonesia.
Selain isu merger, muncul pula spekulasi mengenai keinginan induk usaha Danamon, MUFG, untuk kembali mengakuisisi Bank Panin (PNBN). Isu tersebut menyebutkan bahwa Bank Panin nantinya akan dilebur ke dalam Bank Danamon guna mematuhi kebijakan kepemilikan tunggal perbankan di Indonesia.
***
*Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.*







