Tutup
Regulasi

Menakar Prospek Dividen dan Pergantian Direksi Astra Jelang RUPS ASII

80
×

Menakar Prospek Dividen dan Pergantian Direksi Astra Jelang RUPS ASII

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (23/4) hari ini. Agenda krusial dalam pertemuan tersebut meliputi perombakan jajaran direksi dan komisaris, hingga keputusan final mengenai pembagian dividen tahun buku 2025.

Perusahaan konglomerasi otomotif ini berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp292 per saham. Angka ini merupakan bagian dari total usulan dividen Rp390 per saham, setelah dikurangi dividen interim Rp98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2024. Sepanjang 2025, Astra tercatat mengantongi laba bersih mencapai Rp32,77 triliun.

Selain dividen, bursa pelaku pasar menyoroti wacana pergantian pucuk pimpinan. Djoni Bunarto Tjondro yang menjabat sebagai Presiden Direktur disebut-sebut akan digantikan. Rudy, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Astra, digadang-gadang sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut.

Rudy sendiri bukanlah orang baru di Astra. Rekam jejaknya mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Chief Corporate Planning hingga memimpin berbagai entitas anak usaha di sektor asuransi dan keuangan. Pengalamannya dinilai menjadi modal kuat untuk menakhodai Astra ke depan.

Sebagai informasi, Astra saat ini mayoritas sahamnya dikuasai oleh Jardine Cycle & Carriage Limited yang berbasis di Singapura dengan porsi 50,11%. Sejak didirikan oleh William Soerjadjaja pada 1957, Astra telah bertransformasi menjadi gurita bisnis dengan 321 anak usaha yang merambah berbagai sektor, mulai dari otomotif, jasa keuangan, infrastruktur, hingga kesehatan.

Sepanjang 2025, Astra menunjukkan agresivitas dalam diversifikasi bisnis. Di sektor kesehatan, perusahaan memperkuat posisinya melalui akuisisi mayoritas saham Rumah Sakit Heartology Cardiovascular dan menambah investasi di platform digital Halodoc. Astra juga memperluas portofolio infrastruktur digital melalui kemitraan strategis dengan Equinix untuk pengembangan AI dan teknologi 5G.

Di sektor infrastruktur dan logistik, Astra memperkuat pengelolaan jalan tol Trans Jawa serta pusat logistik di Kalimantan Timur. Sementara pada lini otomotif, perusahaan terus menggenjot ekosistem kendaraan listrik (EV) dengan menambah varian model BEV maupun HEV serta memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Terkait kepemilikan saham, tidak terlihat lagi nama keluarga Soerjadjaja dalam daftar pemegang saham di atas 1% berdasarkan data Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, jajaran manajemen tercatat memiliki saham ASII dalam jumlah di bawah 1%, yang secara otomatis membuat mereka turut menerima guyuran dividen tunai dari kinerja positif perseroan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 17,76 poin atau 0,24% ke 7.541,61 pada akhir perdagangan Rabu (22/4/2026). Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan pelemahan IHSG sebelumnya disertai SumbarSumbarbisnis.com sell asing Rp 1,04 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, BRPT, dan TLKM. Untuk perdagangan Kamis (23/4), Fanny memproyeksikan IHSG berpeluang menguat…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com CIMAHI. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) akan membagi dividen sebesar Rp 10 miliar setara dengan Rp 1,38 per saham. Keputusan ini telah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu, 22 April 2026 di Kota Cimahi, Jawa Barat. Dividen tersebut dijadwalkan akan dibagikan pada 22 Mei 2026. Pembagian dividen didasari atas kinerja positif BELL pada tahun buku 2025. BELL mencatatkan laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja emiten properti diperkirakan masih stabil pasca Bank Indonesia menahan suku bunga di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2026. Asal tahu saja, BI kembali memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21–22 April 2026. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand mengatakan, BI rate yang ditahan di level 4,75%…