Tutup
Regulasi

IHSG Berpotensi Tembus 7.000, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

105
×

IHSG Berpotensi Tembus 7.000, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan pekan depan. Indeks bahkan berpotensi menguji level psikologis 7.000 akibat sentimen global dan domestik yang belum sepenuhnya mendukung pasar.

Tim riset Phintraco Sekuritas menyatakan, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, menjadi pemicu utama. Konflik tersebut menjaga harga energi tetap tinggi dan di atas ekspektasi pasar.

Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diperpanjang selama tiga pekan, sentimen ini belum cukup meredakan kekhawatiran investor. Pasar juga mulai meragukan potensi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat, sehingga volatilitas harga komoditas energi diproyeksikan terus berlanjut.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal pelemahan. Indeks diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan terkoreksi, dengan level *support* di 7.000, *pivot* di 7.200, dan *resistance* di 7.300.

Di tengah kondisi tersebut, investor disarankan mencermati sejumlah saham yang berpotensi aktif diperdagangkan, yakni ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, dan SRTG.

Fokus investor global pada pekan depan akan tertuju pada pertemuan *Federal Open Market Committee* (FOMC) pada 29 April. Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%.

Selain itu, pasar akan memantau rilis data ekonomi penting dari AS, mulai dari *consumer confidence*, data sektor perumahan, PDB kuartal I-2026, hingga indikator inflasi seperti indeks PCE dan aktivitas manufaktur (ISM).

Dari kawasan Asia, pelaku pasar akan memperhatikan keputusan suku bunga Bank of Japan pada 28 April yang diperkirakan bertahan di level 0,75%. Sementara di Eropa, perhatian tertuju pada data PDB, inflasi, dan tingkat pengangguran. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga masing-masing di level 2,15% dan 3,75%.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul merupakan tanggung jawab masing-masing investor.*

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Buku Market Code of Conduct (MCoC) edisi V atau Brown Book pada 15 April 2026, disaksikan perwakilan Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) serta Association Cambiste Internationale – Financial Markets Association (ACI FMA). Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M…