Tutup
EkonomiKoperasiTeknologi

Sahara Dorong Warung Tradisional Masuk Ekosistem Digital

114
×

Sahara Dorong Warung Tradisional Masuk Ekosistem Digital

Sebarkan artikel ini
sahara-ubah-warung-tradisional-jadi-serba-digital
Sahara Ubah Warung Tradisional jadi Serba Digital

Jakarta – Aplikasi digital Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) yang berdiri sejak 2015 terus berkembang untuk mendukung usaha perempuan, khususnya di bidang ritel tradisional atau warung. hingga kini, sekitar 10 ribu warung di seluruh DKI Jakarta telah menjadi binaan Sahara.Seiring pesatnya perkembangan teknologi, Sahara kini dapat diunduh melalui Google Play Store dengan nama Sembako Sahara untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan secara online.

Langkah ini menjadi bagian dari semangat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya identik dengan usaha tradisional, namun kini ikut beradaptasi dengan teknologi digital.

belum lama ini,Sahara bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) menggelar bazar sembako murah sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Masyarakat belakangan menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan kebutuhan pokok hingga bayang-bayang krisis energi akibat situasi geopolitik global.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 24 April 2026,harga telur tercatat mencapai Rp32.000 per kilogram. Beras kualitas bawah I dan bawah II sama-sama berada di harga Rp14.550 per kg, sementara beras kualitas medium I Rp16.050 per kg dan medium II Rp15.950 per kg.

Adapun beras kualitas super I dibanderol Rp17.350 per kg dan super II Rp16.850 per kg. Komoditas lain seperti bawang merah juga tercatat tembus Rp45.950 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp39.650 per kg.

“Kami mengadakan bazar ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Kita tahu sendiri harga-harga naik, harga telur naik, minyak goreng naik. Maka itu, kami turun ke tengah masyarakat menjual sembako murah ini untuk membantu sesama,” kata ketua Umum Inkowapi Sharmila Yahya.

Dalam bazar tersebut, telur dijual di bawah harga pasar, yakni Rp27.000 per kg, sedangkan minyak goreng 1 liter dibanderol Rp10.000 dengan sistem tebus murah setelah membeli paket sembako.

Sharmila juga menargetkan bazar itu digelar rutin setiap bulan di lokasi berbeda di Jakarta, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang terbantu.”Bazar sembako murah ini akan kami adakan satu kali setiap bulan di tempat berbeda di jakarta. Sembako ini dari para pedagang juga yang kita bantu penjualannya. Mereka dapat untung dan masyarakat juga terbantu karena membeli dengan harga murah,” ungkap Sharmila yang juga pendiri Sahara.