Tutup
Regulasi

Purbaya Optimistis IHSG Mampu Tembus Level 28.000

76
×

Purbaya Optimistis IHSG Mampu Tembus Level 28.000

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Prospek pasar saham Indonesia diproyeksikan akan terus menguat seiring dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melonjak hingga empat kali lipat dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan posisi indeks saat ini di kisaran 7.000, Purbaya memperkirakan IHSG dapat menyentuh level 28.000 pada periode 2029–2030. Optimisme ini didasarkan pada siklus ekspansi ekonomi yang sedang berjalan.

“Dari titik terendah hingga puncak ekspansi, pasar saham bisa naik 4–5 kali lipat. IHSG yang sekarang di level 7.000, bukan tidak mungkin mencapai 28.000,” ujar Purbaya di sela-sela peluncuran program Pintar Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

Purbaya menekankan bahwa pergerakan pasar saham sangat bergantung pada fundamental ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah kini fokus mendorong pertumbuhan ekonomi agar mampu menembus tren stagnan di angka 5 persen.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mampu menembus angka 5,5 persen hingga 5,7 persen. Langkah strategis telah disiapkan, mulai dari optimalisasi belanja negara, penguatan proyek strategis, hingga pembentukan satuan tugas khusus di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Satuan tugas tersebut bertugas untuk mengurai hambatan yang selama ini memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Dari sisi fiskal, pemerintah mulai memetik hasil positif melalui reformasi di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.

“Penerimaan pajak pada kuartal I 2026 tumbuh sekitar 20 persen. Ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk lebih leluasa mendorong aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, Purbaya mengingatkan bahwa penguatan pasar saham tidak terjadi secara otomatis. Ia menekankan pentingnya pendalaman pasar keuangan nasional, khususnya dalam meningkatkan peran investor domestik.

Pemerintah juga membuka peluang pemberian insentif bagi pasar modal, asalkan program peningkatan partisipasi investor menunjukkan efektivitas dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi investor ritel, optimisme ini dipandang sebagai peluang sekaligus peringatan untuk tetap berhati-hati. Purbaya menegaskan bahwa kinerja pasar saham ke depan akan sangat ditentukan oleh arah dan kebijakan ekonomi nasional.

“Di tengah gejolak global, kita masih mampu menjaga pertumbuhan domestik. Jika momentum ini terus terjaga, pola lonjakan IHSG seperti awal tahun 2000-an dapat terulang kembali,” pungkasnya.