Tutup
PropertiTeknologi

Daikin Edukasi Arsitek Soal Tata Udara Ideal

47
×

Daikin Edukasi Arsitek Soal Tata Udara Ideal

Sebarkan artikel ini
daikin-pilih-jalur-yang-berbeda
Daikin Pilih Jalur yang Berbeda

Jakarta – Raksasa elektronik asal Jepang, Daikin, memilih jalur berbeda di tengah persepsi umum bahwa air conditioner (AC) hanya berfungsi sebagai penyejuk ruangan. Perusahaan itu gencar mengedukasi kalangan profesional arsitektur, desainer interior, hingga mahasiswa mengenai pentingnya membangun ekosistem tata udara ideal, sebuah pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan, tetapi juga estetika ruang secara keseluruhan.

general Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia, Wenky Handono, mengatakan keterlibatan Daikin dalam edukasi pasar merupakan bentuk komitmen yang tidak lazim di industri. Karena itu, Daikin Designer Award atau DDA 2026 digelar.

Kompetisi yang telah berlangsung sejak 2020 ini lahir dari gagasan perlunya ruang bagi para pegiat arsitektur dan desainer interior untuk berbagi visi tentang ruang hidup ideal yang memberi keseimbangan pada estetika keseluruhan ruang, kenyamanan, dan kesehatan.

“Dengan memperkenalkan solusi tata udara kepada para arsitek dan desainer sejak tahap perencanaan, kami berharap bisa mendorong tumbuhnya inspirasi hunian dan bangunan komersial ideal yang menaruh perhatian pada nilai estetika dan penciptaan tata udara di dalamnya,” kata dia di jakarta, Kamis malam, 30 April 2026.

Keselarasan antara keindahan desain dan kenyamanan tata udara ini sejalan dengan semangat yang dibawa AC Daikin Home Central.

Dari sisi kenyamanan, solusi AC sentral untuk hunian dan bangunan komersial tersebut memiliki beragam fitur yang dibuat sesuai kebutuhan spesifik, sekaligus menghadirkan kesejukan udara.

Di antaranya filtrasi berlapis untuk mengeliminasi berbagai partikel merugikan kesehatan di udara serta kemampuan mengatur tingkat kelembapan udara.

“Fokus utamanya bukan hanya pada estetika desain, melainkan juga kenyamanan dan kesehatan penghuninya melalui rancangan sistem tata udara yang terintegrasi,” jelas Wenky.

Daikin Designer Award atau DDA 2026 dirancang terbuka bagi peserta dari empat negara di ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Kompetisi ini tidak hanya diikuti kalangan profesional, tetapi juga terbuka untuk mahasiswa.

Setiap kategori peserta memiliki kesempatan berlaga berdasarkan aplikasi bangunan,yakni hunian dan bangunan komersial F&B. Lomba ini tak terbatas pada karya terbangun, tetapi juga mencakup rancangan konseptual desain arsitektur maupun desain interior.

Khusus untuk kategori karya terbangun bagi hunian, dengan mempertimbangkan perkembangan hunian vertikal, kompetisi ini memiliki subkategori untuk bangunan apartemen atau kondominium.