Tutup
PendidikanTeknologi

Binus dan Sarinah Kemas Budaya Nusantara Lewat AI

77
×

Binus dan Sarinah Kemas Budaya Nusantara Lewat AI

Sebarkan artikel ini
‘rupa-kala’,-gabungkan-ai-dan-budaya-lokal
‘Rupa Kala’, Gabungkan AI dan Budaya Lokal

Jakarta – Pameran “Rupa Kala” yang digelar Binus University bersama Sarinah membawa budaya Nusantara keluar dari sekadar ruang pamer, lalu menempatkannya sebagai sumber inspirasi desain modern yang dekat dengan generasi muda.

lewat ajang ini,mahasiswa Binus memamerkan karya dalam berbagai format,mulai dari visual,film,animasi,fesyen,sampai teknologi digital. Setiap karya mengolah ulang motif tradisional, nilai budaya, dan kearifan lokal dengan pendekatan yang menyesuaikan arah industri kreatif saat ini.

Dekan School of Design Binus University, Danendro Adi, menegaskan bahwa pameran tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mencetak talenta kreatif yang siap bersaing di level global tanpa meninggalkan identitas Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda Indonesia memiliki akar yang kuat pada budaya, sekaligus mampu berkembang seiring kemajuan teknologi,” kata Danendro, Selasa, 5 Mei 2026.

Binus juga menonjolkan pola pembelajaran yang memadukan eksplorasi budaya dengan inovasi desain modern. Dalam proses itu, kampus ikut memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), namun tetap menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan karya.

Danendro menjelaskan, teknologi dipakai sebagai alat untuk memperkuat kreativitas, bukan menggantikan peran manusia maupun budaya. Karena itu, kolaborasi dengan Sarinah dipandang penting untuk memperluas jangkauan karya mahasiswa ke publik yang lebih luas.

Pameran yang hadir di ruang komersial seperti Sarinah juga memberi nilai tambahan. Karya mahasiswa tidak hanya tampil sebagai proyek akademik, tetapi juga diperlihatkan punya potensi industri dan pasar.

“pameran ini menjadi bukti bagaimana mahasiswa kami dari berbagai disiplin desain mampu menggabungkan warisan budaya Nusantara dengan pendekatan kontemporer dan teknologi sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya relevan secara artistik, tetapi juga memiliki nilai bagi industri dan masyarakat,” ujar Danendro.

Melalui “Rupa Kala”, Binus University dan Sarinah menegaskan komitmen membangun ekosistem kreatif yang mempertemukan pendidikan, budaya, teknologi, dan industri dalam satu ruang kolaborasi.