Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

Modal Asing Kembali Mengalir ke Keuangan RI

77
×

Modal Asing Kembali Mengalir ke Keuangan RI

Sebarkan artikel ini
bi-sebut-modal-asing-mulai-balik-ke-ri,-tembus-rp57-t-per-30-april
BI Sebut Modal Asing Mulai Balik ke RI, Tembus Rp57 T per 30 April

Jakarta – Aliran dana asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia setelah sempat mencatat penarikan pada awal tahun. Bank Indonesia melaporkan, hingga 30 April 2026 modal asing yang masuk mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp57,09 triliun, terutama terserap ke instrumen sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, arus masuk itu terjadi setelah pada kuartal I 2026 investor asing sempat menarik dananya sebesar US$1,7 miliar. “Aliran masuk modal asing juga masuk hingga 30 April US$3,3 miliar pada SRBI dan SBN setelah outflow US$1,7 miliar di triwulan I 2026,” ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Kamis (7/5).

Menurut Perry, ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian global yang meningkat, mulai dari ketegangan geopolitik hingga gejolak di pasar keuangan dunia. Ia menilai, kondisi ekonomi domestik yang solid ikut menjaga minat investor terhadap aset-aset Indonesia.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 serta surplus neraca perdagangan sebesar US$5,5 miliar pada periode Januari-Maret 2026 menjadi faktor penting yang menopang kepercayaan pasar.

Dari sisi fiskal dan pasar keuangan, Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut arus dana asing ke Indonesia terus menguat sepanjang April 2026. Ia mencatat total aliran modal asing neto masuk mencapai Rp10,4 triliun hingga akhir April, dengan inflow pada bulan itu sendiri sebesar Rp38,5 triliun.

Purbaya merinci, SBN menerima dana asing Rp13,4 triliun sepanjang April, meski secara kumulatif sejak awal tahun masih mencatat outflow Rp11,7 triliun. Adapun SRBI justru mencatat inflow Rp42,2 triliun pada April dan Rp72 triliun sepanjang tahun berjalan.

Berbeda dengan dua instrumen tersebut, pasar saham masih menjadi sasaran penarikan dana asing. Sepanjang April 2026, investor asing mencatat outflow Rp17 triliun dari saham, sehingga total penarikan dana sejak Januari mencapai Rp49,9 triliun.