Jakarta – Menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto pada sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5), publik dihebohkan dengan isu pembentukan badan khusus ekspor. wacana tersebut beredar luas melalui pesan berantai di media sosial dan menyebutkan lembaga baru ini akan memegang kendali atas ekspor komoditas tertentu.
Isu ini pun mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar. Narasi yang berkembang menjelaskan bahwa badan tersebut nantinya akan mengelola ekspor komoditas strategis, seperti batu bara, CPO, hingga mineral.
Dalam skema yang beredar, para eksportir nantinya diwajibkan menjual produk mereka kepada badan khusus tersebut. Selanjutnya, lembaga ini akan mengambil alih tanggung jawab untuk melakukan ekspor secara langsung ke luar negeri.
Menanggapi kabar tersebut, sejumlah menteri memilih untuk tidak berkomentar banyak. Menteri Keuangan Purbaya yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui rencana pembentukan badan tersebut dan menegaskan bahwa segala informasi resmi menjadi wewenang Presiden.
“Wah, saya enggak tahu.Nanti Presiden yang umumin itu,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani. keduanya kompak tidak mengonfirmasi maupun membantah isu tersebut dan meminta publik menunggu kepastian dalam waktu dekat.
“Kita lihat nanti. Tunggu saja ya,” kata bahlil singkat saat ditemui di kantornya.
Rosan pun meminta masyarakat untuk bersabar menanti penjelasan lengkap dari pemerintah. “Ya sudah tunggu besok. Entar ada penjelasan besok semua. tunggu besok semua ya,” ucapnya.







