Tutup
Regulasi

BI Rate Naik, BCA Pastikan Bunga Kredit Kendaraan Tetap Stabil

70
×

BI Rate Naik, BCA Pastikan Bunga Kredit Kendaraan Tetap Stabil

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25% per Mei 2026 memicu kekhawatiran masyarakat akan naiknya beban cicilan kredit kendaraan bermotor (KKB). Menanggapi hal tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan tidak akan melakukan penyesuaian bunga secara mendadak.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn, menegaskan bahwa kenaikan BI Rate tidak secara otomatis mendongkrak suku bunga KKB di banknya. Menurutnya, penyesuaian bunga akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan dinamika pasar serta kondisi likuiditas internal bank.

“Kenaikan BI Rate tidak secara otomatis mendorong penyesuaian suku bunga KKB. BCA senantiasa melakukan penyesuaian suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan likuiditas,” ujar Hera, Senin (24/5/2026).

Berdasarkan catatan kinerja kuartal I-2026, penyaluran KKB BCA berada di angka Rp53,9 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 19,7% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Untuk memacu kembali pertumbuhan kredit di tengah kondisi ekonomi yang menantang, BCA tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (*prudent*). Sebagai salah satu langkah strategis, BCA telah menggelar pameran konsumer pada akhir April 2026 dengan menawarkan promo bunga KKB sebesar 2,15% *flat* untuk tenor tiga tahun.

Ke depannya, pihak BCA berkomitmen untuk terus menyesuaikan penyaluran kredit sesuai dengan kebutuhan nasabah dan kondisi industri otomotif nasional. Strategi ini diambil agar pertumbuhan kredit tetap selaras dengan manajemen risiko yang ketat.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street turun dari rekor tertinggi di awal perdagangan hari ini karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredam harapan akan kesepakatan damai yang akan segera terjadi, sementara investor mencerna data inflasi utama. Kamis (28/5/2026) pukul 21.15 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average turun 110,97 poin atau 0,22% menjadi 50.533,31, indeks S&P 500 menguat tipis 1,71 poin, atau 0,02% ke…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama Wall Street bergerak melemah dari level rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (28/5/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meredam harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Investor juga mencermati data inflasi terbaru Amerika Serikat. Teheran dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS pada Kamis setelah Washington melancarkan serangan baru. Langkah…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026), seiring meningkatnya tekanan eksternal dan aksi ambil untung menjelang libur panjang. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 1,23% ke level 6.130,19 setelah sempat menguat pada awal sesi. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit taking serta rebalancing indeks MSCI. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memutuskan untuk absen membagikan dividen dari buku tahun 2025. Hal itu telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025 yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham memutuskan bahwa sebesar Rp 5 miliar dari laba bersih digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Emiten milik konglomerat Hermanto Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset tanah dan bangunan senilai Rp 60,34 miliar dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE). Corporate Secretary CLEO, Lukas Setio Wongso menjelaskan, transaksi tersebut dilakukan karena aset yang dibeli selama ini telah digunakan perusahaan melalui skema sewa. Aset tersebut juga menjadi salah satu…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Masa penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel Sukuk Tabungan seri ST016 tinggal menyisakan enam hari sebelum ditutup pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk tenor pendek. Berdasarkan data mitra distribusi, Bareksa per Kamis (28/5), penjualan ST016-T2 telah mencapai 92,59% dari kuota nasional. Sementara itu, ST016-T4 telah…