Tutup
Regulasi

Strategi Harta Djaya Karya

92
×

Strategi Harta Djaya Karya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) melakukan ekspansi besar-besaran dengan merambah sektor pertambangan batubara. Emiten yang selama ini dikenal bergerak di bidang furnitur dan jasa konstruksi interior tersebut resmi mengakuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) senilai US$ 100 juta.

Akuisisi ini ditargetkan tuntas pada kuartal III-2026 melalui skema *share swap* atau pertukaran saham. Guna mendukung pendanaan aksi korporasi tersebut, MEJA berencana melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau *rights issue* dengan kisaran harga Rp 450 hingga Rp 550 per saham. Rencana ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mendatang.

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mendiversifikasi bisnis sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan. Meski masuk ke sektor energi, Richie memastikan lini bisnis furnitur dan konstruksi tetap berjalan seperti biasa.

“Secara bisnis, pendapatan pasti akan jauh lebih besar dengan adanya kontribusi dari tambang. Efeknya ke laporan keuangan diperkirakan mulai terlihat pada semester II-2027 atau Desember 2027,” ujar Richie.

Ia menambahkan, sinergi antara MEJA dan TCP diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat rantai pasok perusahaan. Kolaborasi ini juga diyakini membuka peluang bagi MEJA untuk terlibat lebih jauh dalam pengembangan proyek strategis nasional dengan memanfaatkan integrasi kapabilitas konstruksi dan akses sumber daya energi.

Di sisi lain, Komisaris Utama MEJA, Noprian Fadli, menuturkan bahwa perusahaan berupaya mempercepat proses akuisisi dengan tetap menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (*good corporate governance*). Langkah ini dianggap krusial untuk menangkap momentum pasar yang sedang positif.

Pendiri PT Trimitra Coal Perkasa, Subagio, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Menurutnya, integrasi operasional kedua perusahaan akan membuka cakrawala bisnis yang lebih luas, termasuk dukungan terhadap agenda hilirisasi industri nasional.

Sebagai informasi, TCP memiliki aset tambang batubara skala besar dengan luas konsesi mencapai 11.640 hektare di Sumatera Selatan. Berdasarkan laporan JORC dari konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP tercatat memiliki estimasi sumber daya batubara yang dapat ditambang (*mineable coal resources*) sebesar 693,7 juta ton.

Saat ini, TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor untuk mengelola tambang di Tungkal LIR. Perusahaan menargetkan produksi sebanyak 1,5 juta ton pada 2026, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. yang telah disiapkan sebagai pembeli siaga.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia masih bertahan di level tinggi meski mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta kuatnya permintaan investasi dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan logam mulia. Berdasarkan Trading Economics pada Senin (1/6/2026) pukul 07.40 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.535 per ons troi. Harga tersebut turun 0,62% dalam sepekan, tetapi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta. Selamat Hari Lahir Pancsila 1 Juni 2026. Apakah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini buka atau libur? Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Bersamaan itu, pemerintah juga menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. Saat hari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Pada Minggu (31/5), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tetap bertahan pada posisi Rp 2.799.000 per gram. Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia juga stagnan di level Rp 2.609.000 per gram. Rincian Potensi Laba Rugi Investasi Emas Antam Bagaimana rincian potensi untung dan rugi investasi emas Antam jika dijual pada ? Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 31 Mei…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,25% diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman di sektor perbankan. Kondisi ini berpotensi mendorong masyarakat mencari alternatif sumber pembiayaan, termasuk melalui layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan transaksi afiliasi berupa pemberian pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan kepada dua anak usahanya yaitu PT Energi Maju Abadi (EMA) dan PT Imbang Tata Alam (ITA). Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 22 Mei 2026 lalu ENRG telah memberikan pinjaman kepada EMA dan ITA dengan dana yang bersumber dari hasil bersih Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi…