InspirasiPojok

Mengenal Prof Reni Mayerni, Deputi Lemhannas yang Kini Jadi Komisaris Pertamina NRE

102
×

Mengenal Prof Reni Mayerni, Deputi Lemhannas yang Kini Jadi Komisaris Pertamina NRE

Sebarkan artikel ini

Sebelum bergabung di PNRE, Reni Mayerni menjabat sebagai Deputi Pengkajian Strategik di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. Foto : Lemhanas RI
Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. Foto : Lemhanas RI

Jakarta – Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. merupakan salah satu figur yang memiliki rekam jejak panjang di bidang akademik, penelitian, hingga pengkajian strategis nasional sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Komisaris Pertamina New & Renewable Energy (PNRE).

Perempuan kelahiran Nagari Kamang Hilir, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 11 Mei 1966 itu dikenal sebagai akademisi sekaligus pakar yang banyak berkecimpung dalam kajian pertanian, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan wilayah, serta ketahanan nasional.

Sebelum bergabung di PNRE, Reni Mayerni menjabat sebagai Deputi Pengkajian Strategik di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai kajian strategis yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ketahanan nasional.

Berdasarkan informasi dari instagram resmi @kedeputian_pengkajian Lemhanas RI pada Oktober 2025, Reni Mayerni menyerahkan tugas dan tanggung jawab sebagai Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI kepada Gubernur Lemhannas RI.

Pengalaman di Lemhannas menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan kariernya. Selama bertugas, ia berkontribusi dalam penyusunan berbagai kajian strategis nasional dan global yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan daerah, hingga tantangan geopolitik yang dihadapi Indonesia.

Selain berkiprah sebagai pejabat strategis nasional, Reni Mayerni juga dikenal sebagai guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Karier akademiknya dibangun sejak menempuh pendidikan Sarjana Pertanian bidang Agronomi di Universitas Andalas, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Pertanian pada kampus yang sama.

Dia kemudian meraih gelar doktor di bidang Ilmu Pertanian dari Universitas Padjadjaran, yang semakin memperkuat kiprahnya sebagai akademisi dan peneliti.

Dalam dunia akademik, Reni aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah dan buku yang membahas isu pembangunan nasional, pertanian, serta ketahanan negara.

Sejumlah karyanya antara lain Skenario Indonesia 2045 (2020), Menuju Indonesia 2045 (2022), Sawit Indonesia dalam Konstruksi Peradaban Dunia (2023), Merajut Indonesia dari Kampung Halaman Papua: Tata Kelola Pendidikan dan Kesehatan di Papua (2024), serta Mitigasi Penyelesaian Konflik Papua (2024).

Kini, pengalaman sebagai akademisi, peneliti, dan mantan Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas menjadi bekal bagi Reni Mayerni dalam menjalankan tugas sebagai Komisaris Pertamina New & Renewable Energy.

PNRE sendiri merupakan subholding Pertamina yang mendapat mandat untuk menjalankan transisi energi perusahaan menuju energi bersih dan rendah karbon.

Perusahaan tersebut bergerak dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, mulai dari panas bumi, pembangkit listrik tenaga surya, hingga berbagai inisiatif yang mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060.

Dengan latar belakang yang kuat di bidang strategi nasional dan pengelolaan sumber daya alam, Reni Mayerni menjadi salah satu sosok yang ikut mengawal langkah Pertamina dalam menghadapi tantangan transisi energi di masa depan.