Regulasi

Alphabet Lepas Saham Rp178,5 Triliun ke Berkshire Hathaway untuk Pengembangan AI

114
×

Alphabet Lepas Saham Rp178,5 Triliun ke Berkshire Hathaway untuk Pengembangan AI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Induk usaha Google, Alphabet Inc., bersiap menggalang dana sebesar US$80 miliar atau setara dengan Rp1.424 triliun. Dana jumbo tersebut akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) guna memenuhi lonjakan permintaan layanan komputasi global.

Sebagai langkah awal, perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, telah menyepakati pembelian saham baru Alphabet senilai US$10 miliar atau sekitar Rp178 triliun.

Alphabet menjelaskan bahwa langkah penerbitan saham ini diambil untuk mendukung belanja modal perusahaan secara berkelanjutan. Investasi besar ini diperlukan mengingat permintaan korporasi dan konsumen terhadap solusi AI saat ini telah melampaui kapasitas penyediaan infrastruktur yang dimiliki perusahaan.

CEO Google, Sundar Pichai, mengungkapkan bahwa perusahaan memproyeksikan belanja modal (capex) tahun ini mencapai US$180 miliar hingga US$190 miliar atau sekitar Rp3.204 triliun hingga Rp3.382 triliun. Angka tersebut mencerminkan betapa agresifnya Alphabet dalam meningkatkan kapasitas komputasi guna bersaing dengan kompetitor utama seperti Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Meta Platforms.

Persaingan di sektor *hyperscaler* memang semakin ketat. Keempat raksasa teknologi tersebut diprediksi akan menghabiskan lebih dari US$700 miliar atau sekitar Rp12.460 triliun sepanjang tahun ini khusus untuk pembangunan infrastruktur AI. Bagi Pichai, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar modal, melainkan ketersediaan sumber daya seperti pasokan energi dan lahan untuk membangun pusat data berskala besar.

Dalam aksi korporasi kali ini, Alphabet menunjuk Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley sebagai *joint bookrunner*. Goldman Sachs juga akan memfasilitasi *private placement* dengan Berkshire Hathaway.

Berkshire Hathaway sendiri bukan pemain baru bagi Alphabet. Investasi ini kian memperkuat posisi Berkshire sebagai salah satu pemegang saham terbesar perusahaan teknologi tersebut. Sebelumnya, pada akhir tahun 2025, Berkshire telah melakukan investasi awal di Alphabet senilai US$4,3 miliar dan terus meningkatkan kepemilikannya hingga mencapai sekitar US$20 miliar sebelum kesepakatan terbaru ini diumumkan.

Sebelum memilih skema penerbitan saham, Alphabet sebenarnya telah cukup aktif menghimpun dana melalui pasar utang. Sejak akhir tahun lalu, perusahaan tercatat telah menerbitkan obligasi global dalam berbagai mata uang dengan nilai puluhan miliar dolar AS. Namun, penerbitan saham baru dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga neraca keuangan perusahaan tetap sehat di tengah ambisi ekspansi AI yang masif.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 tertekan di tengah meningkatnya volatilitas pasar saham dalam beberapa waktu terakhir. Namun, beberapa saham dari indeks tersebut tetap punya daya tarik bagi investor. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks Sumbarbisnis.com100 telah terkoreksi 32,35% year to date (ytd) ke level 807,375 hingga Jumat (29/5/2026). Penurunan kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 ternyata lebih curam ketimbang Indeks Harga Saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mencatat kenaikan moderat pada perdagangan awal pekan ini karena investor mengamati perkembangan dalam negosiasi perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran dan menyambut baik peluncuran chip komputer baru yang menjanjikan untuk membawa kecerdasan buatan ke komputasi pribadi. Senin (1/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 46,42 poin atau 0,09%, menjadi 51.078,88, indeks S&P 500 menguat 19,90 poin…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks masih menunggu datangnya sentimen positif untuk bisa kembali naik harga. Untuk perdagangan pekan ini, analis memproyeksi harga big banks masih akan dipengaruhi beberapa sentimen. Adapun dalam perdagangan sepekan kemarin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling dalam 3,39% menjadi Rp 5.700. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat di harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Sumbarbisnis.com100 masih berada dalam tekanan berat di tengah tingginya volatilitas pasar saham. Namun, di balik pelemahan tersebut, sejumlah analis justru melihat peluang akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah murah dan berpotensi memimpin pemulihan pasar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks Sumbarbisnis.com100 terkoreksi 32,35% secara year to date (ytd) hingga 29 Mei 2026 ke level 807,375. Penurunan…