EkonomiPerbankan

Pemerintah Mudahkan Akses Pupuk demi Dongkrak Produktivitas Pertanian Aceh

157
×

Pemerintah Mudahkan Akses Pupuk demi Dongkrak Produktivitas Pertanian Aceh

Sebarkan artikel ini
menko-zulhas:-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-aceh-lancar
Menko Zulhas: Distribusi Pupuk Bersubsidi di Aceh Lancar

Aceh Besar – Sektor pertanian di Aceh menunjukkan tren positif seiring dengan lancarnya distribusi pupuk bersubsidi. Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut kemudahan akses pupuk telah mendorong peningkatan produktivitas panen yang signifikan di wilayah tersebut.

Dalam acara Rembuk Tani Pupuk Indonesia di Aceh Besar, Sabtu (13/6), Zulhas mengungkapkan kepuasannya melihat kondisi di lapangan. “Alhamdulillah petaninya senang, pupuk lancar, produksi kita naik,” ujarnya.

Kebangkitan sektor pertanian di Aceh dinilai tidak lepas dari keberhasilan rehabilitasi lahan pascabencana banjir dan longsor. Menurut Zulhas, ketersediaan pupuk yang memadai menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas produksi pangan setelah lahan kembali pulih.

Pemerintah juga telah menyederhanakan tata kelola untuk memastikan akses pupuk bersubsidi menjadi lebih praktis dan cepat sesuai arahan Presiden. Salah satu terobosan besar adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga 20 persen.

Kebijakan ini berhasil diterapkan berkat efisiensi kinerja Pupuk Indonesia dalam membangun fasilitas produksi baru tanpa membebani anggaran negara. “Penurunan HET ini karena ada perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi mark to market. Ini berkat dukungan dari Pupuk Indonesia,” jelas Zulhas.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia, Ninis K Adriani, mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional telah mencapai 4.374.633 ton hingga 11 Juni 2026. Angka tersebut setara dengan 44,4 persen dari total alokasi tahun ini.

Khusus untuk Aceh Besar, penyaluran telah mencapai 9.361 ton atau 42 persen dari total alokasi 22.472 ton. Pupuk yang disalurkan mencakup jenis Urea, NPK, dan organik untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

Guna menjamin ketersediaan pasokan, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok nasional sebesar 831.297 ton per 12 Juni 2026. Khusus di Aceh Besar, stok sebanyak 776 ton telah tersedia dan siap didistribusikan untuk menjaga produktivitas pertanian tetap terjaga.