News

InJourney Group Perkuat Kompetensi Pelaku Wisata di Labuan Bajo

38
×

InJourney Group Perkuat Kompetensi Pelaku Wisata di Labuan Bajo

Sebarkan artikel ini
tiga-entitas-injourney-berkolaborasi-gelar-pelatihan-peningkatan-kapasitas-pelaku-pariwisata-di-labuan-bajo
Tiga Entitas InJourney Berkolaborasi Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo – InJourney Group kembali memperkuat kapasitas pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, melalui program InJourney Hospitality House (IHH) yang berlangsung pada 10-12 Juni 2026. Inisiatif ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di destinasi super prioritas tersebut.

Pelaksanaan program tahun ketiga ini melibatkan sinergi dari tiga entitas anak usaha, yakni PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN), dan PT Sarinah. Fokus utamanya menyasar pada penguatan kompetensi layanan, kemampuan komunikasi, serta tata kelola destinasi wisata yang berkelanjutan.

Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen penuh dalam meningkatkan standar kualitas pelayanan pariwisata di Labuan Bajo. Ia berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang tetap menjaga kelestarian alam serta menonjolkan kearifan lokal.

“Kami ingin program ini memberikan dampak nyata. Keberlanjutan dan pemanfaatan alam harus dijaga agar sektor pariwisata tetap asri,” ujar Budi.

Senada dengan itu, Direktur Utama Sarinah, Raisha Syarfuan, memandang masyarakat lokal sebagai aset utama yang harus terus dikembangkan agar industri pariwisata tetap memiliki daya saing tinggi. Baginya, memberikan edukasi kepada warga setempat merupakan fondasi krusial bagi keberlangsungan bisnis pariwisata.

“Kami berharap pelaku pariwisata di sini semakin siap menghadirkan pengalaman yang berakar pada kekayaan budaya lokal. Ini sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang lebih luas bagi masyarakat,” tutur Raisha.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menekankan pentingnya membentuk ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan. Ia ingin masyarakat setempat bertransformasi menjadi penggerak utama pariwisata, alih-alih sekadar menjadi penerima manfaat.

“Kami ingin membangun kepemimpinan lokal agar manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bisa dirasakan adil dari generasi ke generasi. Tujuannya adalah menciptakan nilai bersama yang terus bertumbuh meski nantinya program ini telah selesai,” tegas Christine.

Kegiatan pelatihan ini merangkul berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga pengelola homestay serta komunitas ekonomi kreatif. Peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pemetaan potensi wilayah, pelatihan hospitality, hingga pendampingan praktik langsung di lapangan.

Sebagai bagian dari komitmen ESG, InJourney Group berharap inisiatif IHH ini mampu meningkatkan kesiapan warga Labuan Bajo dalam menyambut wisatawan. Standar layanan yang lebih profesional diharapkan menjadi nilai tambah bagi destinasi tersebut ke depannya.