JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penanaman 20.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Jepara, Jawa Tengah, dan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Aksi lingkungan ini merupakan bagian dari inisiatif GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia untuk menjaga ekosistem pesisir.
Program penanaman ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan Hari Konservasi Mangrove Internasional dan Hari Konservasi Alam Internasional yang jatuh pada akhir Juli lalu. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara holding Telkom, Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), serta PT Telkom Akses.
Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam di Desa Kedungmalang, Jepara, untuk menanggulangi ancaman abrasi. Kawasan ini dipilih karena membutuhkan rehabilitasi vegetasi pantai sebagai pelindung alami garis pantai.
Sebanyak 10.000 bibit lainnya ditanam di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat. Wilayah ini memiliki nilai ekologis tinggi dan berdekatan dengan infrastruktur digital milik TelkomGroup.
Selain penanaman, TelkomGroup juga mengaktifkan Rumah Edukasi Mangrove di Desa Golo Sepang. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pilar Save Our Planet yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim. Program ini diharapkan dapat menyerap emisi karbon sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di area operasional perusahaan.
EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menyatakan bahwa setiap operasional perusahaan harus memberikan nilai tambah bagi wilayah setempat. Langkah ini mencerminkan tanggung jawab lingkungan Telkom kepada para pemangku kepentingan.
VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan bahwa keberlanjutan harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Telkom berkomitmen menjaga alam sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar infrastruktur digital perusahaan.
Secara kumulatif, TelkomGroup telah menanam 179.150 bibit mangrove dalam kurun waktu 2024 hingga 2026. Upaya ini mendukung target pembangunan rendah karbon nasional dan pemeliharaan keanekaragaman hayati di Indonesia.
Aksi ini sejalan dengan fokus Danantara Indonesia dalam memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab. Pengelolaan aset perusahaan kini diarahkan untuk menciptakan dampak positif bagi ekonomi dan ekosistem nasional.
Tren penanaman mangrove di Indonesia saat ini tengah menjadi perhatian banyak korporasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Sebelumnya, PT Bussan Auto Finance (BAF) juga telah melaksanakan gerakan serupa dengan menanam 20.000 bibit di Pantai Mangunharjo, Semarang, pada Juli 2026.
Selain itu, PT Batang Integrated Industrial Park (BPI) turut menyiapkan 30.000 bibit mangrove untuk kawasan pesisir Batang. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pesisir Indonesia dari ancaman perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.






