JAKARTA – XLSmart resmi mengumumkan strategi pemanfaatan tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz guna memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kapasitas jaringan 4G dan 5G di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul keberhasilan perusahaan dalam memenangkan lelang pita frekuensi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 2026.
Head of External Communications XLSmart, Henry Wijayanto, menyatakan bahwa tambahan spektrum tersebut menjadi modal vital bagi perusahaan. Hal ini memungkinkan penyediaan layanan telekomunikasi berkualitas tinggi, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan seluler.
Dalam seleksi pita frekuensi 700 MHz, XLSmart menempati peringkat pertama dengan nilai penawaran Rp35,34 miliar per MHz untuk alokasi 30 MHz. Total nilai investasi perusahaan untuk pita tersebut mencapai Rp1,06 triliun.
Sementara itu, pada pita 2,6 GHz, XLSmart berhasil mengamankan alokasi 50 MHz dengan nilai Rp231,6 miliar. Secara keseluruhan, perolehan spektrum ini memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam industri telekomunikasi nasional.
Kementerian Komdigi memastikan proses seleksi telah memasuki tahap akhir setelah masa sanggah berakhir tanpa adanya keberatan. Tahapan selanjutnya adalah penyusunan berita acara hasil seleksi sebelum Menteri Komunikasi dan Digital menetapkan pemenang secara resmi.
Pemerintah menegaskan bahwa keputusan penetapan pemenang bersifat final dan mengikat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan spektrum frekuensi demi percepatan transformasi digital nasional.
Selain XLSmart, Telkomsel dan Indosat juga tercatat sebagai pemenang dalam lelang tersebut. Telkomsel mendapatkan tambahan 20 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz.
Indosat memperoleh tambahan 20 MHz di pita 700 MHz dan 60 MHz pada pita 2,6 GHz. Ketiga operator kini diwajibkan memenuhi komitmen pembangunan jaringan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Komitmen tersebut mencakup kewajiban menghadirkan layanan 4G di 538 desa atau kelurahan. Selain itu, operator wajib memperluas cakupan layanan 5G hingga menjangkau setidaknya 51% populasi Indonesia dalam kurun waktu lima tahun.
Penambahan spektrum ini secara signifikan meningkatkan kapasitas spektrum seluler nasional dari semula 452 MHz menjadi 712 MHz. Penambahan ini mencakup 70 MHz dari pita 700 MHz dan 190 MHz dari pita 2,6 GHz.
Pasca lelang, komposisi kepemilikan spektrum nasional mengalami perubahan. Telkomsel kini menguasai 37,2% spektrum, diikuti XLSmart sebesar 32,6%, dan Indosat sebesar 30,2%.
Dengan total kepemilikan spektrum mencapai 232 MHz, XLSmart optimistis dapat meningkatkan kualitas akses internet pita lebar (broadband). Perusahaan kini bersiap melanjutkan proses perizinan untuk segera mengoperasikan spektrum baru tersebut.





