Bursa Saham

BEI Lakukan Reformasi Pasar Modal Usai Evaluasi Indeks Global

98
×

BEI Lakukan Reformasi Pasar Modal Usai Evaluasi Indeks Global

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat memberikan keterangan terkait reformasi pasar modal di Jakarta
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan komitmen bursa dalam memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempercepat reformasi tata kelola pasar modal guna meningkatkan standar transparansi dan integritas di mata investor global. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas evaluasi berkelanjutan dari penyedia indeks dunia seperti MSCI Inc, FTSE Russell, dan S&P Dow Jones Indices.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa transparansi dan integritas pasar merupakan dua pilar utama dalam dialog antara bursa dengan penyedia indeks serta investor global. Upaya pembenahan ini diharapkan mampu memperbaiki posisi saham emiten Indonesia yang belakangan ini mengalami penurunan peringkat atau bahkan dikeluarkan dari indeks global.

Dalam forum investasi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (16/7/2026), Jeffrey menekankan pentingnya kualitas emiten yang masuk ke dalam indeks global. Pihaknya berkomitmen memastikan perusahaan tercatat di Indonesia memenuhi standar internasional agar dapat diakui secara kredibel oleh pasar dunia.

Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan berupa pembekuan rebalancing indeks oleh MSCI dan FTSE Russell. Kondisi ini secara langsung menghambat masuknya arus dana pasif dari produk investasi yang menjadikan indeks global tersebut sebagai acuan.

Jeffrey mengakui bahwa didepaknya sejumlah saham dari indeks bergengsi merupakan konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi pasar modal. Namun, ia meyakini bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi daya saing pasar modal Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

Proses evaluasi oleh penyedia indeks global sering kali menyoroti konsentrasi kepemilikan saham dan keterbukaan informasi emiten. Salah satu dampak nyata dari evaluasi tersebut adalah dikeluarkannya sejumlah saham besar Indonesia dari indeks utama.

Data terbaru menunjukkan enam saham telah keluar dari MSCI Global Standard Index, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Saham AMRT kini tercatat turun kasta ke MSCI Global Small Cap Index.

Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham dari Global Small Cap Index, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), hingga PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). Sementara itu, FTSE Russell turut melakukan pembersihan pada indeksnya.

Sebanyak empat saham didepak dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap Index, yakni DSSA, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Empat emiten lainnya juga keluar dari FTSE GEIS Micro Cap Index, yaitu HILL, MLIA, DOID, dan CNMA.

BEI menegaskan akan terus memantau perkembangan evaluasi dari penyedia indeks tersebut. Dengan perbaikan tata kelola yang konsisten, bursa optimistis jumlah saham Indonesia yang masuk dalam indeks global akan meningkat di masa depan.BEI Lakukan Reformasi Pasar Modal Usai Evaluasi Indeks Global