Bursa Saham

Daftar Saham yang Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi, Rabu 22 Juli 2026

17
×

Daftar Saham yang Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi, Rabu 22 Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG terkoreksi 0,09% ke level 6.334,47 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri tren kenaikan yang telah berlangsung selama sembilan hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Rabu (22/7/2026), indeks ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,09% ke level 6.334,47.

Tekanan pada indeks utama domestik ini dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp 920,34 miliar di seluruh pasar. Fenomena ini menjadi faktor penekan utama di tengah dinamika pasar saham nasional.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa pelemahan terjadi pada empat indeks sektoral dari total 11 sektor yang ada. Sektor transportasi menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,73%.

Sektor kesehatan juga mengalami koreksi cukup dalam sebesar 1,09%. Sementara itu, sektor infrastruktur dan barang baku masing-masing melemah sebesar 0,46% dan 0,26%.

Di sisi lain, terdapat tujuh sektor yang berhasil mencatatkan penguatan. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,58%, diikuti sektor barang konsumer primer sebesar 0,78%.

Sektor properti dan real estate turut menghijau dengan kenaikan 0,68%. Selain itu, sektor perindustrian, barang konsumer non-primer, energi, dan keuangan juga berada di zona hijau dengan penguatan tipis.

Volume perdagangan saham di BEI pada hari ini mencapai 46,06 miliar lembar saham. Adapun total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 18,36 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 340 saham mengalami pelemahan yang menahan laju indeks. Sebaliknya, sebanyak 272 saham berhasil menguat dan 184 saham lainnya ditutup stagnan.

Meski IHSG terkoreksi, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu. PT Timah Tbk (TINS) menjadi saham dengan nilai net buy asing terbesar, yakni mencapai Rp 55,52 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan net buy Rp 48,94 miliar. Berikutnya adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan nilai beli asing sebesar Rp 44,49 miliar.

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyusul dengan catatan net buy Rp 32,88 miliar. Di urutan kelima, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan beli bersih sebesar Rp 27,27 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga meminati saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai Rp 22,18 miliar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan angka Rp 17,94 miliar.

Dalam daftar sepuluh besar, terdapat pula PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan nilai Rp 15,36 miliar. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menutup daftar dengan masing-masing Rp 15,34 miliar dan Rp 13,98 miliar.

Koreksi ini terjadi di tengah sentimen positif dari emiten dalam negeri, seperti FKS Food (AISA) yang baru saja menuntaskan kuasi reorganisasi. Aksi korporasi tersebut berhasil menghapus defisit sebesar Rp 2,71 triliun guna memperkuat struktur modal perusahaan.