Bursa Saham

SINI Teken Kontrak Tambang dengan Petrosea, Potensi Pendapatan Rp 57 Triliun

25
×

SINI Teken Kontrak Tambang dengan Petrosea, Potensi Pendapatan Rp 57 Triliun

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan kontrak kerja sama jasa pertambangan antara PT Singaraja Putra Tbk dan PT Petrosea Tbk.
PT Singaraja Putra Tbk resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Petrosea Tbk untuk proyek pertambangan senilai Rp 57 triliun.

JAKARTA – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui penandatanganan kontrak jasa pertambangan pada Kamis (23/7/2026). Kerja sama ini melibatkan dua anak usaha SINI, yakni PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP).

Kesepakatan ini diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan fantastis bagi SINI dengan nilai total mencapai Rp 57 triliun selama durasi kontrak. Proyek tersebut mencakup seluruh masa operasional tambang atau life of mine di wilayah konsesi perusahaan.

Direktur Utama SINI, Amir Antolis, menyatakan bahwa ruang lingkup pekerjaan meliputi pengupasan lapisan penutup (overburden removal) dan penggalian batubara. Lokasi operasional tambang terletak di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Untuk entitas PBC, perusahaan menargetkan volume pengupasan lapisan penutup mencapai 189 juta Bank Cubic Meter (BCM). Produksi batubara dari area ini diproyeksikan menyentuh angka 42 juta ton.

Estimasi pendapatan dari PBC diperkirakan mencapai US$ 2,604 miliar atau setara dengan Rp 45,57 triliun. Angka tersebut didasarkan pada spesifikasi batubara dengan nilai kalori GAR 4.200.

Sementara itu, untuk entitas CBP, volume pengupasan lapisan penutup ditargetkan sebesar 40 juta BCM. Produksi batubara di lokasi ini diperkirakan mencapai 8 juta ton.

Potensi pendapatan untuk CBP diproyeksikan sebesar US$ 656 juta atau setara dengan Rp 11,48 triliun. Batubara yang diproduksi dari area CBP memiliki spesifikasi kalori yang lebih tinggi, yakni GAR 5.000.

Amir menjelaskan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan target produksi batubara perusahaan. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat penerapan tata kelola pertambangan yang baik atau Good Mining Practices.

Langkah strategis ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh entitas anak perusahaan dan pemegang saham. SINI berkomitmen untuk terus menjaga profesionalitas, kredibilitas, dan integritas dalam menjalankan operasional tambang tersebut.

Di sisi lain, sektor pertambangan nasional saat ini tengah mendapat perhatian besar dari pemerintah daerah dalam upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Beberapa daerah, seperti Jawa Tengah, bahkan mulai mendorong optimalisasi pajak tambang untuk menutup kebutuhan anggaran, termasuk pembayaran gaji pegawai pemerintah.

Secara makro, industri pertambangan tetap menjadi motor penggerak ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Kestabilan kontrak jangka panjang seperti yang dilakukan SINI dan PTRO mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek komoditas batubara di masa mendatang.

Perusahaan memastikan akan terus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan melalui pelaksanaan kontrak yang transparan. Kepatuhan terhadap regulasi pertambangan menjadi prioritas utama guna memastikan keberlanjutan operasional di Kabupaten Kapuas.