JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan signifikan pada sesi perdagangan Jumat (24/7/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini terkoreksi 85,01 poin atau 1,34% ke posisi 6.229,03 pada pukul 09.46 WIB.
Tekanan jual mendominasi pasar sejak awal perdagangan dibuka. Sebanyak 543 saham terpantau berada di zona merah, sementara hanya 89 saham yang berhasil menguat dan 107 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar 14,10 miliar saham. Total nilai transaksi yang terhimpun di bursa mencapai angka Rp 6,06 triliun.
Mayoritas indeks sektoral bergerak melemah seiring dengan tren penurunan IHSG. Sektor barang konsumen siklikal menjadi penekan utama dengan pelemahan terdalam sebesar 2,51%.
Sektor infrastruktur turut mengalami koreksi cukup dalam sebesar 2,03%. Selain itu, sektor barang baku juga mencatatkan penurunan sebesar 1,79%.
Pelemahan di pasar modal ini terjadi beriringan dengan tekanan pada mata uang domestik. Rupiah di pasar spot terpantau melemah 0,23% ke level Rp 17.977 per dolar AS pada Jumat pagi.
Analis pasar modal memproyeksikan IHSG masih memiliki risiko koreksi lanjutan. Investor saat ini berada dalam posisi waspada terhadap potensi aksi ambil untung atau profit taking.
Sentimen eksternal juga menjadi faktor penentu arah pergerakan pasar. Investor tengah mencermati dinamika konflik di Timur Tengah yang berdampak pada volatilitas harga komoditas global.
Ketegangan geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia serta emas. Kenaikan harga komoditas ini memberikan pengaruh signifikan terhadap sentimen investor di pasar saham nasional.
Sebelumnya, proyeksi teknikal menunjukkan IHSG berada dalam rentang support di level 6.296. Sementara itu, posisi resistance diperkirakan berada pada kisaran 6.366.
Di tengah fluktuasi pasar, pelaku pasar disarankan untuk tetap selektif dalam memilih instrumen investasi. Beberapa saham tertentu dinilai masih layak untuk dicermati oleh investor.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu opsi dengan kisaran harga Rp 3.120 hingga Rp 3.180. Selain itu, saham sektor emas juga masuk dalam daftar pantauan di rentang Rp 6.450 sampai Rp 6.700.
Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) turut masuk dalam rekomendasi untuk dicermati. Estimasi pergerakan harga saham tersebut berada di level Rp 2.660 hingga Rp 2.740 per lembar.
Investor diharapkan terus memantau perkembangan berita global yang memengaruhi pasar. Kondisi ekonomi makro dan stabilitas nilai tukar tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam menentukan strategi transaksi ke depan.






