Bursa Saham

DOID Belum Alihkan 293,84 Juta Saham Hasil Buyback Semester I-2026

2
×

DOID Belum Alihkan 293,84 Juta Saham Hasil Buyback Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta tempat emiten melaporkan keterbukaan informasi
PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) belum mengalihkan sisa saham hasil buyback selama semester I-2026.

JAKARTA – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mengonfirmasi bahwa perusahaan belum melakukan pengalihan sisa saham hasil pembelian kembali (buyback) sepanjang periode semester I-2026. Hingga akhir Juni 2026, emiten yang bergerak di sektor jasa pertambangan ini mencatat belum ada transaksi pengalihan saham yang dilakukan.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan tidak mencatatkan aktivitas pengalihan saham pada rentang waktu 1 Januari 2026 hingga 30 Juni 2026. Akibat nihilnya transaksi tersebut, tidak ada aliran dana masuk maupun keluar terkait pengalihan saham dalam periode tersebut.

Data perusahaan menunjukkan terdapat total 293.837.700 lembar saham yang wajib dialihkan kembali oleh DOID. Jumlah ini merupakan akumulasi dari beberapa program pembelian kembali saham yang telah dilaksanakan perseroan pada periode sebelumnya.

Rincian kewajiban pengalihan saham tersebut mencakup 1 juta saham yang berasal dari program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, maupun dewan komisaris atau yang dikenal sebagai program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP). Selain itu, terdapat 233.007.400 saham yang berasal dari program pengurangan modal tahap kedua.

Direktur DOID, Dian Paramita, menyatakan bahwa perusahaan hingga saat ini belum melaksanakan pengalihan atas sisa saham tersebut yang berjumlah 59.830.300 lembar. Pernyataan resmi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis, 23 Juli 2026.

Meski belum ada realisasi pengalihan saham, kinerja saham DOID di pasar modal terpantau menunjukkan pergerakan positif. Pada penutupan perdagangan Kamis (23/7), harga saham DOID tercatat menguat sebesar 2,65 persen ke level Rp232 per lembar saham.

Sebelumnya, perusahaan juga mencatatkan efisiensi kinerja keuangan yang cukup signifikan pada awal tahun ini. Emiten ini berhasil menyusutkan angka rugi bersih hingga 66 persen sepanjang kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Strategi buyback saham ini kerap dipandang oleh pasar sebagai salah satu faktor pendukung stabilitas harga saham perusahaan. Analis pasar modal terus memantau langkah strategis manajemen DOID terkait pemanfaatan sisa saham hasil buyback tersebut di masa mendatang.

Langkah perusahaan dalam mengelola sisa saham ini menjadi perhatian investor, terutama terkait dampaknya terhadap struktur permodalan perusahaan. Keputusan mengenai kapan sisa saham tersebut akan dialihkan kembali sepenuhnya berada di bawah kebijakan internal manajemen dengan tetap memperhatikan regulasi pasar modal yang berlaku.

Hingga saat ini, belum terdapat jadwal pasti mengenai kapan sisa 293,84 juta saham tersebut akan dilepas ke pasar atau dialihkan melalui mekanisme lainnya. Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memberikan transparansi informasi kepada publik mengenai perkembangan realisasi program tersebut melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.