JAKARTA – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 21,25% secara tahunan (YoY). Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,43 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,18 triliun.
Lonjakan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang tercatat sebesar Rp30,84 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 44% YoY dibandingkan dengan pendapatan pada semester I-2025 yang mencapai Rp21,41 triliun.
Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas pada Jumat (24/7/2026), realisasi laba bersih AKRA selama enam bulan pertama tahun ini telah mencapai 52% dari estimasi konsensus untuk kinerja setahun penuh 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh performa kuat pada segmen kawasan industri.
Segmen kawasan industri mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp346 miliar pada kuartal II-2026. Angka tersebut melonjak 48% secara tahunan dan 97% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ).
Pencapaian tersebut dipicu oleh peningkatan penjualan lahan di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Penjualan lahan di kawasan tersebut mencapai 41 hektare pada kuartal II-2026, meningkat 86% YoY dan 141% QoQ.
Realisasi penjualan lahan sepanjang semester I-2026 telah mencapai 58 hektare atau setara 58% hingga 64% dari target tahunan perseroan. Capaian ini melampaui panduan manajemen yang sempat diproyeksikan berada di kisaran 90 hingga 100 hektare untuk tahun 2026.
Segmen perdagangan dan distribusi juga mencatatkan pertumbuhan laba kotor sebesar 8% YoY pada semester pertama tahun ini. Hasil ini melampaui panduan awal manajemen yang menargetkan pertumbuhan di angka 4% hingga 6% YoY.
Meski demikian, terdapat catatan mengenai penurunan margin laba kotor pada segmen perdagangan dan distribusi. Margin laba kotor menyusut dari 6,95% pada kuartal I-2026 menjadi 4,56% pada kuartal II-2026, yang diduga dipengaruhi oleh bisnis ritel.
Manajemen AKRA kini merevisi proyeksi pertumbuhan laba bersih sepanjang 2026 menjadi lebih optimistis. Pertumbuhan laba bersih diprediksi dapat mencapai 16% hingga 21% YoY, lebih tinggi dari target awal sebesar 7% hingga 10%.
Analis menilai kinerja AKRA ditopang oleh solidnya volume penjualan BBM industri dan membaiknya kontribusi bisnis kawasan JIIPE. Efisiensi operasional dan perbaikan product mix dinilai krusial dalam menjaga margin keuntungan perusahaan.
Pasar saat ini menanti keberlanjutan pertumbuhan laba pada semester kedua untuk melakukan penyesuaian harga saham. Fokus investor tertuju pada stabilitas permintaan BBM industri serta progres pengembangan proyek di JIIPE.
Investor tetap diminta mewaspadai risiko perlambatan aktivitas industri serta fluktuasi harga komoditas energi global. Meski demikian, rekomendasi beli tetap dipertahankan dengan target harga Rp1.900 per saham karena valuasi yang dinilai masih menarik.






