JAKARTA – Emiten properti afiliasi Grup Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan entitas anaknya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang semester I-2026. Kinerja impresif ini didorong oleh kuatnya permintaan properti di kawasan PIK 2 di tengah tantangan ekonomi nasional.
PANI melaporkan laba bersih sebesar Rp1,66 triliun pada semester pertama tahun ini. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 485,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp285,9 miliar.
Pertumbuhan laba PANI selaras dengan kenaikan pendapatan perseroan sebesar 78% menjadi Rp2,92 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari segmen penjualan tanah dan bangunan yang mencapai Rp2,86 triliun.
Di sisi operasional, PANI mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,9 triliun. Realisasi ini setara dengan 45% dari target total penjualan tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp4,3 triliun.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menyatakan bahwa permintaan residensial dan komersial di PIK 2 tetap terjaga. Hal ini didorong oleh kematangan ekosistem kawasan serta meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap pengembangan proyek tersebut.
Sejumlah proyek residensial seperti Pasir Putih Residence dan Pasadena Spring menjadi motor utama penjualan. Selain itu, produk komersial seperti Bizpark PIK2 dan Rukan Marina Bay turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.
Aguan menambahkan bahwa pengembangan kawasan didukung penuh oleh operasional Nusantara International Convention & Exhibition (NICE). Konektivitas yang semakin baik melalui Jalan Tol KATARAJA yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dengan PIK 2 juga menjadi katalis utama pertumbuhan.
Sementara itu, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turut mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,68 triliun, melonjak 225,96% dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka Rp516,99 miliar.
Lonjakan laba CBDK ditopang oleh kenaikan pendapatan menjadi Rp2,20 triliun. Efisiensi operasional juga terlihat dari penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp352,6 miliar dari sebelumnya Rp469,9 miliar.
Pendapatan CBDK didominasi oleh penjualan tanah dan bangunan senilai Rp2,15 triliun. Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah mengantongi marketing sales sebesar Rp231 miliar atau 41% dari target tahunan.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menjelaskan bahwa pencapaian ini didorong oleh monetisasi kawasan Central Business District (CBD) PIK 2. Penjualan kaveling komersial menjadi faktor kunci di tengah sikap wait and see konsumen akibat fluktuasi suku bunga.
Pengembangan infrastruktur di kawasan tersebut terus berjalan secara masif. Kehadiran gedung perkantoran perbankan besar dan progres pembangunan Hotel Hilton Jakarta PIK 2 menjadi bukti nyata transformasi kawasan.
Manajemen kedua perusahaan menyatakan optimisme bahwa kinerja akan tetap positif pada semester kedua. Peningkatan aktivitas bisnis dan penguatan ekosistem PIK 2 diproyeksikan terus memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.






