Bursa Saham

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.236 di Akhir Juli 2026

34
×

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.236 di Akhir Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG ditutup menguat ke level 6.236 pada perdagangan akhir Juli 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan catatan positif. Pada Jumat (31/7/2026), indeks ditutup menguat 0,80% ke level 6.236,13.

Penguatan ini sekaligus mengukuhkan kinerja impresif indeks sepanjang bulan Juli 2026. Secara bulanan, IHSG tercatat mencetak kenaikan sebesar 10,51%.

Secara mingguan, IHSG juga membukukan penguatan sebesar 0,81%. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume pembelian di pasar saham domestik.

Analis pasar menilai pergerakan positif ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Salah satu faktor utama adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%.

Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi di bawah ekspektasi serta melandainya inflasi PCE turut memberikan sentimen positif. Kondisi geopolitik di Timur Tengah yang cenderung mereda juga berkontribusi pada penurunan harga minyak mentah dunia.

Penurunan harga minyak tersebut berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi global. Di sisi lain, musim rilis laporan keuangan emiten untuk kuartal II-2026 menjadi katalis tambahan bagi pergerakan harga saham.

Pergerakan nilai tukar rupiah pasca mundurnya Gubernur Bank Indonesia turut menjadi perhatian investor. Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah tercatat menguat 0,49% ke level Rp18.022 per dolar AS seiring pelemahan mata uang Paman Sam tersebut.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga ditutup di zona hijau. Sektor teknologi di pasar domestik tercatat memberikan kontribusi kenaikan terbesar sepanjang bulan ini.

Secara teknikal, analis memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan. Indeks diperkirakan akan menguji level resistance di rentang 6.300 hingga 6.380.

Namun, terdapat pula estimasi bahwa penguatan IHSG pada awal pekan depan akan cenderung terbatas. Support indeks diperkirakan berada di level 5.966 dengan resistance di 6.377.

Pelaku pasar saat ini tengah menanti sejumlah data ekonomi penting. Agenda tersebut mencakup rilis neraca perdagangan, angka inflasi, serta cadangan devisa Indonesia.

Investor juga akan mencermati data ekonomi dari China, yakni PMI dan neraca perdagangan. Selain itu, data tenaga kerja Amerika Serikat seperti non-farm payroll (NFP) akan menjadi penentu arah kebijakan moneter ke depan.

Dalam kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih aset. Strategi investasi yang cermat sangat diperlukan guna merespons dinamika faktor global dan domestik yang masih berlangsung.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati meliputi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Pemilihan saham-saham tersebut didasarkan pada analisis teknikal dan tren pergerakan harga yang sedang berlangsung.