Tutup
BisnisTeknologi

AI Dongkrak Produktivitas, Talenta Digital Tetap Dicari

82
×

AI Dongkrak Produktivitas, Talenta Digital Tetap Dicari

Sebarkan artikel ini
era-ai-tak-menggantikan-manusia,-begini-masa-depan-talenta-digital-indonesia
Era AI Tak Menggantikan Manusia, Begini Masa Depan Talenta Digital Indonesia

Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian terasa di berbagai sektor kehidupan, mulai dari industri kreatif, pendidikan, hingga bisnis. AI kini hadir sebagai alat yang mampu mempercepat pekerjaan manusia. Namun, di tengah kemajuan itu, muncul pertanyaan besar: apakah manusia masih dibutuhkan di masa depan teknologi?

Jawabannya cukup jelas. Meski AI terus berkembang dan mampu menjalankan banyak tugas secara otomatis, manusia tetap memegang peran utama dalam menciptakan ide, strategi, dan inovasi. Teknologi tidak akan berjalan sendiri tanpa arahan, kreativitas, dan pemahaman manusia sebagai penggunanya.

Hal itu menjadi salah satu sorotan dalam ajang Dicoding Developer Conference 2026 yang digelar Dicoding Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, turut diperkenalkan laporan indonesia Developer Outlook 2026 yang melibatkan 3.163 talenta digital dari berbagai latar belakang. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi AI generatif membawa perubahan signifikan terhadap cara kerja para developer.

Sebagian besar developer profesional mengaku produktivitas mereka meningkat antara 20 persen hingga lebih dari 50 persen setelah memanfaatkan AI dalam proses kerja.Temuan itu membuktikan bahwa AI tidak menggantikan manusia, melainkan membantu menyederhanakan proses yang sebelumnya memakan waktu lebih lama.

Perubahan dalam pola belajar di bidang teknologi yang semakin fleksibel dan terbuka juga turut menjadi sorotan. “Sebanyak 63% developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para developer yang telah sebelas tahun mendukung kami untuk memberdayakan talenta digital dengan pembelajaran yang berdampak, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar 6,5 triliun rupiah,” ujar CEO Dicoding, Narenda Wicaksono.

Di tengah maraknya kabar pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi global, peluang kerja di bidang IT masih terbuka luas. Bahkan, sektor non-teknologi kini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja digital terbesar.

Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, mengatakan belajar teknologi tetap relevan, namun metode belajarnya harus menyesuaikan perkembangan zaman.

“Temuan kami dalam IDO 2026 menunjukkan bahwa perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI,pertanyaan ‘apakah belajar teknologi masih relevan?’ terjawab dengan mutlak: Ya,tetapi cara kita belajar harus bertransformasi. Kita melihat tren di mana online course kini menjadi sumber belajar utama bagi lebih dari 63% developer profesional. Kita harus melatih diri menjadi spesialis, membangun portofolio yang kuat, dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI,” tegas Oon Arfiandwi.

Pengembangan talenta digital di Indonesia juga mendapat perhatian pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Pemerintah menilai penguasaan teknologi, khususnya AI, menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.