Perbankan

Arsitek Menggabungkan Motif Batik dan Rawshan pada Konsulat Jeddah

136
×

Arsitek Menggabungkan Motif Batik dan Rawshan pada Konsulat Jeddah

Sebarkan artikel ini
bangunan-konsulat-indonesia-baru-di-jeddah-padukan-batik-dan-rawshan
Bangunan Konsulat Indonesia Baru di Jeddah Padukan Batik dan Rawshan

Jeddah – Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, kini mencuri perhatian dunia arsitektur internasional. Bangunan seluas 5.832 meter persegi yang rampung awal 2026 ini tampil memukau dengan perpaduan identitas budaya Indonesia dan pakem arsitektur lokal yang ketat.

Proyek rancangan INJ Architects di bawah arahan Ibrahim Nawaf Joharji ini mengusung konsep menantang. Selain harus memenuhi standar keamanan diplomatik internasional, gedung ini wajib mematuhi regulasi perencanaan kota di Arab Saudi yang spesifik.

Co-founder INJ Architect, Dr. Azhar Magrabi, menuturkan bahwa timnya berperan lebih dari sekadar perancang. Mereka bertindak sebagai mediator teknis yang harus menavigasi protokol komunikasi dan otorisasi dari berbagai lembaga terkait.

Inovasi mencolok terlihat pada fasad bangunan yang mengadaptasi Rawshan, elemen balkon tradisional khas wilayah Hijaz. Uniknya, kisi-kisi tersebut dipadukan dengan sentuhan motif batik khas Indonesia.

“Alih-alih memperlakukan persyaratan ini sebagai batasan, desain menerjemahkan geometri tekstil Batik Indonesia ke dalam layar logam berlubang,” ujar Azhar. Ia menegaskan, desain tersebut tetap mempertahankan logika struktural Rawshan sekaligus menonjolkan identitas budaya Indonesia.

Secara teknis, pola pada fasad dibuat menggunakan sistem parametrik agar presisi terhadap arah matahari. Tak hanya itu, garis atap gedung mengadopsi bentuk vernakular Rumah Gadang dari Sumatra Barat yang disesuaikan dengan kode bangunan setempat.

Gedung ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan melalui penggunaan material dan sistem konstruksi lokal. Langkah ini diambil untuk meminimalisir jejak karbon serta menjamin kelancaran proyek di tengah ketidakpastian rantai pasokan global.

Dari sisi fungsi, sirkulasi di dalam kompleks dirancang sangat matang. Terdapat pemisahan jalur khusus bagi jamaah haji saat musim puncak agar operasional administratif dan keamanan tetap terjaga dengan baik.

Keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa arsitektur diplomatik dapat tampil estetis tanpa mengesampingkan fungsinya sebagai lembaga berdaulat. Gedung KJRI Jeddah kini sukses menjadi simbol perpaduan dua budaya dalam struktur yang kokoh dan ikonik.