Jakarta – PT Bank Mega Tbk mencatatkan laba bersih Rp3,4 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabar baik ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
Kenaikan laba ditopang oleh peningkatan fee based income sebesar 54 persen menjadi Rp2,79 triliun. Sebelumnya, angka ini berada di Rp1,82 triliun.
Dalam RUPST, diputuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp2 triliun kepada para pemegang saham.
Selain itu, Rp35,1 juta disisihkan sebagai dana cadangan.Sisa laba sebesar Rp1,3 triliun akan dibukukan sebagai saldo laba.
Dari sisi aset, Bank Mega mencatatkan pertumbuhan 4 persen. Total aset mencapai Rp140,83 triliun.
Penyaluran kredit Bank Mega fokus pada segmen korporasi. Total kredit yang disalurkan tumbuh 4 persen menjadi Rp67,23 triliun.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65 persen.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14 persen menjadi Rp104,13 triliun, didominasi oleh deposito. Saldo CASA juga meningkat 2 persen menjadi Rp28,14 triliun.
essential keuangan Bank mega tetap kuat. Rasio permodalan (CAR) berada di level 30,49 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) di kisaran 70 persen.
Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kinerja solid. Return on Assets (ROA) sebesar 3,10 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 15,54 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,18 persen, dan rasio efisiensi BOPO sebesar 69,12 persen.
Untuk tahun 2026, Bank Mega menargetkan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun. Target lainnya adalah total kredit mencapai Rp74 triliun, DPK sebesar Rp111 triliun, dan total aset tumbuh menjadi Rp149 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Bank Mega akan fokus pada beberapa strategi.
Strategi tersebut meliputi menjaga stabilitas likuiditas dengan mendorong pertumbuhan dana murah (low cost funding), peningkatan volume kredit wholesales melalui bilateral dan sindikasi, akselerasi pertumbuhan kartu kredit, memperkuat peran cabang sebagai penggerak utama pertumbuhan bisnis, investasi aset treasury dengan optimal, dan pertumbuhan profit yang berkelanjutan.







