Jakarta – Belajar bahasa Inggris tidak sekadar membuka peluang karier yang lebih luas, tetapi juga terbukti secara ilmiah mampu menjaga kesehatan otak. Berbagai riset menunjukkan bahwa mempelajari bahasa kedua secara efektif merangsang aktivitas saraf sekaligus meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.
Namun, realita di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi Indonesia terkait penguasaan bahasa internasional ini. Data EF English Proficiency Index 2025 menempatkan Indonesia di peringkat ke-80 dari 123 negara yang disurvei, sebuah posisi yang menunjukkan perlunya peningkatan kemahiran.
Proses mempelajari bahasa asing memaksa otak bekerja lebih optimal dibandingkan saat menggunakan bahasa ibu. Saat belajar, otak dituntut memproses kosakata baru, memahami tata bahasa yang kompleks, serta melatih kemampuan mendengar dan berbicara secara simultan.
Aktivitas otak yang intens ini memicu neuroplastisitas, yakni kemampuan otak dalam membentuk koneksi saraf baru. Semakin sering bahasa asing dipraktikkan, maka jaringan saraf di dalam otak pun akan semakin kuat dan terlatih.
Selain itu, orang yang menguasai lebih dari satu bahasa cenderung memiliki fleksibilitas kognitif yang unggul. Mereka umumnya lebih mahir dalam mengatur fokus serta berpindah tugas dengan lebih efisien dibandingkan yang tidak.
Meski sering dianggap hanya efektif untuk usia muda, para ahli menegaskan bahwa orang dewasa tetap bisa mempelajari bahasa baru dengan optimal. Kuncinya terletak pada metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik orang dewasa itu sendiri.
Teknologi kecerdasan buatan atau AI kini hadir untuk mempermudah proses tersebut. Platform seperti EF Efekta, misalnya, telah mengintegrasikan metode kelas tatap muka, daring, dan sesi mandiri yang dipersonalisasi sesuai kemampuan penggunanya.
President Director EF Efekta English for Adults, Johan Wilhelmsson, mengungkapkan bahwa teknologi telah mengubah cara jutaan orang belajar menjadi lebih efektif. Pihaknya berkomitmen menyediakan akses pendidikan yang fleksibel agar relevan dengan tuntutan zaman.
Johan berharap, pemanfaatan platform berbasis AI dapat membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris. Secara jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu memperluas peluang bagi masyarakat untuk bersaing lebih kompetitif di era globalisasi.







