Tutup
Perbankan

Bertahan di Tengah Transformasi Kawasan Blok M Hub

138
×

Bertahan di Tengah Transformasi Kawasan Blok M Hub

Sebarkan artikel ini
jibaku-bertahan-di-blok-m,-dari-pijat-refleksi-hingga-lapak-aksesori
Jibaku Bertahan di Blok M, dari Pijat Refleksi hingga Lapak Aksesori

Jakarta – Di sudut tersembunyi Blok M Hub, Jakarta Selatan, jemari Rohman tampak lincah menekan titik-titik saraf pada tubuh pelanggannya. Meski perawakannya ramping, pria yang menjadi terapis sejak 2020 ini memiliki kekuatan pijatan yang mumpuni untuk melepas lelah pelanggan setianya.

Lokasi tempatnya mencari nafkah memang cukup jauh dari hiruk-pikuk gerai makanan modern di area tersebut. Pengunjung harus melintasi jejeran toko pakaian bekas dan area transisi menuju Halte Transjakarta untuk sampai di kiosnya.

“Tutup jam 9 malam. Biasanya buka jam 10 atau 11, bahkan jam 12 siang. Soalnya kalau pagi enggak ada yang datang,” ungkap Rohman saat melayani pelanggan, Senin (25/5) malam.

Kawasan yang masih kental dengan nuansa klasik dan langit-langit tinggi ini dihuni berbagai usaha kecil, mulai dari salon hingga toko aksesori. Menurut Rohman, banyak rekan pedagang di sana merupakan penghuni lama yang bertahan sejak era kejayaan Metro Mini.

Perubahan pengelolaan di bawah Pemerintah Provinsi Jakarta pun membawa dampak nyata bagi keseharian mereka. Rohman mengakui, kondisi keamanan kini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Pas 2023-2024 itu masih ada. Jam 9 malam lewat kalau lihat kita belum tutup, nyamperin orang-orangnya minta uang keamanan,” kenang dia.

Namun, di balik rasa aman tersebut, para pedagang kini tertekan oleh kenaikan biaya sewa kios. Rohman menyebut harga sewa kini melonjak dari kisaran Rp3 juta-Rp4 juta menjadi di atas Rp5 juta per bulan.

Tak hanya soal biaya sewa, para pedagang juga tengah menanti rencana renovasi besar-besaran yang dijadwalkan pada Agustus 2027 mendatang. Sesuai informasi dari pihak manajemen, seluruh pedagang rencananya akan direlokasi sementara ke area bekas Ramayana.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Rohman tetap bertahan berkat keahlian tangannya yang memiliki basis pelanggan loyal. Menariknya, jasa pijat pria ini tak hanya diminati warga biasa, tetapi juga tamu hotel, pejabat legislatif, hingga aparat kepolisian.

“Langganan saya mayoritas orang-orang pejabat semua. Orang-orang punya nama semua lah,” pungkasnya.