Jakarta – Bank Indonesia resmi membuka babak baru pembayaran digital nasional dengan meluncurkan QRIS lintas negara untuk Republik Rakyat China (RRC). Soft launching itu digelar di sela agenda Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan menjadi penanda meluasnya penggunaan QRIS ke salah satu pasar terbesar di dunia.
Ekspansi ke China ini memberi akses transaksi yang lebih sederhana bagi pengguna hanya lewat ponsel.Sistem tersebut juga dipandang sejalan dengan eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan China, yang nilai perdagangannya telah mencapai US$18 miliar.
Direktur Technology Product and Operation sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Finance Risk and Management Finnet Indonesia, Apep Noormansyah, menilai implementasi QRIS di China merupakan tonggak penting dalam transformasi pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional. Ia menyebut langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas pembayaran regional.
Menurut Apep, kehadiran QRIS di China akan sangat membantu warga Indonesia yang bepergian ke negara itu, baik untuk wisata maupun urusan bisnis. Dengan fitur tersebut, transaksi bisa dilakukan secara instan cukup dengan memindai kode QR, tanpa perlu repot menukar uang tunai atau menggunakan metode pembayaran yang lebih berbelit.
“Keberadaan QRIS di China menunjukkan kesiapan infrastruktur digital nasional dalam mendukung konektivitas sistem pembayaran regional yang semakin terintegrasi di era ekonomi digital global,” kata Apep dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menambahkan,perluasan layanan ini diarahkan untuk membangun ekosistem transaksi lintas negara yang aman,cepat,dan transparan. Melalui integrasi tersebut,masyarakat indonesia dapat berbelanja di merchant di China lewat aplikasi pembayaran domestik yang sudah tersambung dengan QRIS.
Kemudahan itu diharapkan membuat perjalanan ke luar negeri, khususnya ke China, terasa lebih nyaman. Pengguna juga tak lagi harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau menanggung biaya tambahan dari proses penukaran mata uang asing.
Apep menilai, QRIS lintas negara juga mencerminkan perubahan perilaku masyarakat modern yang semakin mengandalkan transaksi nontunai. Menurut dia, sistem berbasis QR menawarkan efisiensi karena proses pembayaran berlangsung real time dan sepenuhnya terhubung secara digital.
Di sisi lain, kelancaran layanan tersebut bergantung pada dukungan infrastruktur teknologi yang andal. tanpa sistem yang kuat, konektivitas pembayaran antarnegara tidak akan berjalan optimal dan aman bagi pengguna.







