Tutup
NewsPendidikanPolitikTransportasi

Endarmy Desak Percepatan Perbaikan Jembatan Anduriang

80
×

Endarmy Desak Percepatan Perbaikan Jembatan Anduriang

Sebarkan artikel ini
lima-bulan-pascabencana,-endarmy-soroti-jembatan-anduriang-belum-diperbaiki
Lima Bulan Pascabencana, Endarmy Soroti Jembatan Anduriang Belum Diperbaiki

Padang Pariaman – Kerusakan Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, masih belum ditangani meski lima bulan sudah berlalu sejak banjir bandang yang menghantam kawasan itu.Kondisi tersebut memicu kritik dari anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Hj.Endarmy, yang menilai lambannya penanganan telah menyulitkan warga dalam beraktivitas.

Endarmy menyebut jembatan itu memegang peran vital bagi masyarakat Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam. Sebelum rusak, jalur tersebut menjadi akses utama warga untuk bergerak antarwilayah, termasuk para pelajar yang setiap hari melintasinya untuk pergi dan pulang sekolah.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebelum rusak, akses itu menjadi satu-satunya jalur utama warga dan pelajar di dua nagari,” ujar Endarmy saat ditemui, senin (11/5/2026).

Sejak jembatan itu tak bisa lagi digunakan, warga terpaksa menyeberangi sungai dengan rakit. Metode ini dinilai berisiko, terutama saat debit air meningkat dan arus sungai menguat.

Meski masih ada jalur alternatif, Endarmy mengatakan rute tersebut tidak efisien karena membuat perjalanan warga lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. “Akses lain ada, akan tetapi butuh waktu dan jaraknya lebih jauh,” katanya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah segera bergerak dan membangun jembatan darurat agar mobilitas masyarakat tidak terus terganggu. Menurut dia, penanganan sementara perlu diprioritaskan sambil menunggu langkah permanen.

Selain itu, Endarmy juga meminta normalisasi sungai dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Ia menilai pemerintah harus bertindak cepat supaya aktivitas ekonomi dan pendidikan warga bisa kembali berjalan normal.

Jembatan Anduriang rusak berat setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Hingga kini, warga masih menunggu kepastian perbaikan dari pemerintah.