Tutup
Regulasi

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Begini Prospek Saham Sektor Properti

71
×

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Begini Prospek Saham Sektor Properti

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kinerja emiten properti diprediksi tetap stabil setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 21–22 April 2026. Keputusan ini dinilai memberikan dampak netral terhadap sektor properti nasional.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, mengungkapkan bahwa level bunga saat ini tidak membuat beban cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memburuk, namun belum cukup rendah untuk memicu lonjakan permintaan yang signifikan. Proyeksi kinerja emiten properti pada 2026 pun diperkirakan berada dalam tren stabil hingga meningkat secara moderat.

Sejumlah sentimen positif masih menopang sektor ini, di antaranya program pembangunan 3 juta rumah, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 untuk hunian seharga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, serta ketahanan segmen menengah ke atas yang cenderung bertransaksi tunai.

Di sisi lain, tantangan tetap ada. *Associate Director of Research and Investment* Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyoroti bahwa tensi geopolitik di Timur Tengah berpotensi mendongkrak harga energi. Kondisi ini memicu masyarakat untuk lebih menahan daya beli dan konsumsi, terutama pada barang mewah.

Nico menambahkan, perilaku masyarakat yang cenderung menghindari kredit besar sudah terbentuk sejak pandemi COVID-19. Meski demikian, ia menyarankan investor untuk melirik saham emiten dengan fundamental kuat seperti BSDE, CTRA, dan SMRA, serta mencari perusahaan yang menawarkan *dividend yield* di atas 5%.

Senada dengan hal tersebut, *Senior Market Analyst* Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sektor properti masih menunjukkan resiliensi. Kebijakan pemerintah dan suku bunga yang relatif stabil menjadi katalis utama. Nafan menyarankan investor jangka panjang untuk fokus pada emiten yang memiliki cadangan lahan (*landbank*) luas dan pendapatan berulang (*recurring income*) yang kuat, seperti BSDE, CTRA, dan SMRA.

Sepanjang tahun berjalan (*year to date*), indeks IDX Properties and Real Estate mencatatkan koreksi sebesar 16,17% setelah mengalami reli panjang pada 2025. Koreksi ini dinilai sebagai penyesuaian struktural akibat aksi ambil untung (*profit taking*) dan aliran dana keluar asing.

Abida melihat koreksi saat ini justru membuka peluang bagi investor. Saham seperti PWON dan DMAS dinilai sangat defensif berkat pendapatan stabil dari sewa mal dan kawasan industri, sehingga cocok bagi mereka yang mengincar dividen.

Bagi investor yang mengejar *capital gain*, momentum saat ini dianggap tepat untuk masuk ke pasar karena valuasi saham properti yang sudah jauh lebih wajar dengan diskon besar terhadap *Revalued Net Asset Value* (RNAV).

Abida merekomendasikan beli untuk saham BSDE, CTRA, SMRA, dan PWON dengan target harga masing-masing Rp1.450, Rp1.600, Rp800, dan Rp5.640 per saham.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com CIMAHI. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) akan membagi dividen sebesar Rp 10 miliar setara dengan Rp 1,38 per saham. Keputusan ini telah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu, 22 April 2026 di Kota Cimahi, Jawa Barat. Dividen tersebut dijadwalkan akan dibagikan pada 22 Mei 2026. Pembagian dividen didasari atas kinerja positif BELL pada tahun buku 2025. BELL mencatatkan laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026. Kerugian bersih perusahana pelat merah ini menurun signifikan seiring penguatan kinerja operasional dalam fokua transformasi yang dijalankan Perusahaan. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, GIAA membukukan rugi bersih tau rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk mencapai US$ 46,48 juta, menyusut 39,2% secara tahunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (22/4/2026), setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,1 poin, atau 0,25% ke level 49.271,5. Indeks S&P 500 naik 38,9 poin, atau 0,55% ke level 7.102,91, sementara Indeks Nasdaq Composite naik 202,3 poin, atau 0,83% ke level…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Seiring dengan evaluasi MSCI, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan reformasi transparansi dengan mengecualikan saham High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks unggulan untuk memastikan indeks tetap investable. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyampaikan BEI selalu menjalin diskusi aktif dengan MSCI. Pembicaraan dengan MSCI berjalan konstruktif dan positif. Seperti…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM mengumumkan pembagian dividen tunai dari hasil kinerja tahun buku 2025. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (22/4/2026). MINE bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 60,23 miliar atau setara Rp 14,75 per saham. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) ini mencapai 30% dari total laba bersih yang diraup…