Regulasi

BPS Catat Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen

99
×

BPS Catat Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi bulanan pada Mei 2026 mencapai 0,28 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan inflasi pada April 2026 yang berada di posisi 0,13 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan indeks harga konsumen dari 111,09 pada April menjadi 111,40 pada Mei 2026 dipicu oleh lonjakan harga di sejumlah sektor, terutama pangan dan energi.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan kontribusi sebesar 0,39 persen atau memiliki andil 0,12 persen terhadap inflasi nasional.

Komoditas pangan yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras. Selain sektor pangan, inflasi juga dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin, serta tarif angkutan udara yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Berdasarkan komponennya, seluruh sektor mengalami kenaikan harga. Komponen inti mencatat inflasi 0,22 persen yang didorong oleh kenaikan harga minyak goreng, telepon seluler, laptop, pelumas mesin, nasi dengan lauk, serta biaya servis kendaraan.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,52 persen. Komoditas utama dalam kelompok ini meliputi bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin, dan solar.

Adapun komponen harga bergejolak (volatile food) mencatat inflasi 0,22 persen. Kontributor utama kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau.

Secara tahunan (*year on year*), BPS mencatat inflasi pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen. Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun (*year to date*), tingkat inflasi nasional telah mencapai 1,35 persen.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 tertekan di tengah meningkatnya volatilitas pasar saham dalam beberapa waktu terakhir. Namun, beberapa saham dari indeks tersebut tetap punya daya tarik bagi investor. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks Sumbarbisnis.com100 telah terkoreksi 32,35% year to date (ytd) ke level 807,375 hingga Jumat (29/5/2026). Penurunan kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 ternyata lebih curam ketimbang Indeks Harga Saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mencatat kenaikan moderat pada perdagangan awal pekan ini karena investor mengamati perkembangan dalam negosiasi perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran dan menyambut baik peluncuran chip komputer baru yang menjanjikan untuk membawa kecerdasan buatan ke komputasi pribadi. Senin (1/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 46,42 poin atau 0,09%, menjadi 51.078,88, indeks S&P 500 menguat 19,90 poin…