Jasa KeuanganPerbankan

Direksi Baru Bank Nagari Diminta Manfaatkan Teknologi Digital Ciptakan Peluang Baru

×

Direksi Baru Bank Nagari Diminta Manfaatkan Teknologi Digital Ciptakan Peluang Baru

Sebarkan artikel ini
Rektor Unand Efa Yonnedi

Padang – Rektor Universitas Andalas (Unand) Efa Yonnedi PhD memberikan wejangan kepada Direksi Bank Nagari yang baru dilantik periode 2024-2029.

Ia menekankan bahwa menjadi pemimpin perbankan saat ini tidak mudah, diibaratkan menghadapi “badai” dari depan.

“Dulu, tantangan perbankan hanya datang dari belakang. Sekarang, ada di depan,” ujar Efa Yonnedi usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Unand, Rabu (26/6/2024).

Menurut Efa, “badai” tersebut terwujud dalam tiga bentuk utama:

Pertama, kompetisi yang semakin ketat. Bank Nagari tidak hanya bersaing dengan bank lain, tetapi juga dengan teknologi keuangan (FinTech) yang menawarkan produk dan layanan inovatif.

“Direksi harus inovatif dan beradaptasi cepat untuk menciptakan produk yang bersaing dengan harga murah dan kualitas bagus,” tegas Efa.

Kedua, nasabah yang semakin kritis dan menuntut pelayanan terbaik. Bank Nagari perlu bertransformasi menjadi “customer centric” dengan meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan nasabah.

Ketiga, transformasi digital. Direksi Bank Nagari dituntut untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menciptakan peluang bisnis baru dan meningkatkan efisiensi operasional.

Efa yakin dengan kepemimpinan direksi baru yang muda, energik, dan mau belajar, Bank Nagari mampu menghadapi “badai” dan mencapai kesuksesan di masa depan.

“Saya yakin tim ini akan bisa bekerja dengan maksimal. Kita tunggu hasilnya,” pungkas Efa.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

Jasa Keuangan

Bencana alam di Sumatera Barat berdampak pada kinerja Bank Nagari, menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi, penurunan kualitas debitur, dan kendala pengembalian angsuran. Bank Nagari menerapkan sejumlah strategi untuk meminimalisir dampak, termasuk pemberian KUR selektif dan restrukturisasi debitur non-KUR.