Padang — Pengembangan ekowisata Lubuk Belok mendapat dorongan baru melalui penyerahan ratusan bibit durian premium kepada Kelompok Tani Hutan Lubuk Belok. Langkah ini menegaskan komitmen memperkuat hutan sekaligus membuka potensi ekonomi lokal.
Pada Jumat (14/11/2025), Rahmat Saleh menyerahkan bibit durian unggulan kepada kelompok tani di Limau Manis, Kota Padang. Selain itu, ia menegaskan bahwa program tersebut mendukung prioritas kerjanya yang berfokus pada penghijauan serta peningkatan penghasilan masyarakat.
Lebih lanjut, kegiatan ini mendorong revitalisasi kawasan hutan melalui konsep ekowisata yang terus berkembang. “Hari ini kita bagikan beberapa program, termasuk ratusan bibit durian super dan premium,” ujarnya.
Dukungan Program Bang Pesona Kemenhut 2025
Program ini menjadi bagian dari Bang Pesona Kemenhut 2025, sebuah kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan menguatkan sektor ekowisata dan pertanian. “Dalam program ini, kita memajukan ekowisata Lubuk Belok, Limau Manis, ujung Universitas Andalas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan hutan harus dilakukan secara bijak agar manfaatnya tetap terjaga. “Kita majukan pertanian dan mengelola hutan dengan bijak tanpa merusak ekosistem,” tegasnya.
Penanaman durian premium diharapkan memperkuat fungsi hutan sebagai paru-paru kota, sekaligus menghadirkan sumber ekonomi baru. Durian bernilai tinggi diyakini dapat menarik wisatawan untuk menikmati suasana hutan yang terjaga serta merasakan hasil panen langsung.
Kelompok Tani Hutan Lubuk Belok menyambut program ini dengan antusias. Mereka melihatnya sebagai investasi jangka panjang dan siap merawat seluruh bibit sebagai bentuk sinergi kebijakan pusat dengan upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan.






