Tutup
Regulasi

Ekonom Analisis Peluang Indonesia Mewujudkan Ambisi Menjadi Rising Giant

139
×

Ekonom Analisis Peluang Indonesia Mewujudkan Ambisi Menjadi Rising Giant

Sebarkan artikel ini

MAGELANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya bahwa Indonesia akan segera bertransformasi menjadi kekuatan besar dunia atau *rising giant*. Keyakinan tersebut disampaikan saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Presiden menilai kekayaan sumber daya alam yang melimpah menjadi modal utama Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, kemandirian di sektor pangan dan energi adalah kunci mutlak bagi bangsa untuk bertahan dan berkembang.

“Kita harus waspada, namun tetap optimistis. Kita memiliki sumber daya yang sangat kuat dan banyak. Tahun depan, kita akan memberikan kejutan bagi dunia. Indonesia sedang bangkit; raksasa ini mulai terbangun dari tidurnya,” ujar Presiden dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (11/4/2026).

Menanggapi pernyataan tersebut, Ekonom sekaligus Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyoroti bahwa kekayaan alam hanyalah modal, bukan tujuan akhir. Menurutnya, potensi besar tersebut akan sia-sia jika Indonesia tetap terjebak sebagai eksportir komoditas mentah.

“Jika hanya menjual produk mentah atau setengah jadi, Indonesia akan tetap terjebak di posisi lama sebagai pemasok bahan baku,” jelas Achmad, Jumat (10/4/2026).

Data menunjukkan basis modal Indonesia sangat masif, di antaranya cadangan bijih nikel mencapai 5,9 miliar ton, bauksit 2,86 miliar ton, serta potensi batu bara dan panas bumi yang melimpah. Achmad mengakui kebijakan hilirisasi yang berjalan beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan dampak positif, meski masih terbatas pada tahap awal pengolahan.

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada kurangnya sumber daya, melainkan pada kualitas pemanfaatannya. Selain itu, transisi ekonomi dinilai masih terlalu bergantung pada komoditas konvensional, sementara potensi energi bersih seperti panas bumi belum digarap secara maksimal.

Achmad menegaskan bahwa kedaulatan industri adalah parameter utama yang akan menentukan keberhasilan Indonesia. Kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari apa yang ada di dalam perut bumi, tetapi dari kemampuan mengolah sumber daya tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Jika berhasil, Indonesia akan keluar dari jebakan eksportir komoditas dan menjadi kekuatan yang disegani. Sebaliknya, jika gagal, kita hanya akan tetap menjadi gudang raksasa yang dikunjungi pembeli, namun tidak pernah menjadi pemilik masa depan kita sendiri,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…