Tutup
EkonomiInvestasiNews

Ekonomi Indonesia Bergerak, Stanchart Proyeksikan Pertumbuhan di 2026

241
×

Ekonomi Indonesia Bergerak, Stanchart Proyeksikan Pertumbuhan di 2026

Sebarkan artikel ini
ekonomi-ri-diramal-melesat-tahun-ini
Ekonomi RI Diramal Melesat Tahun Ini

Jakarta – Kabar baik menghampiri proyeksi ekonomi indonesia. Standard Chartered (Stanchart) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,2 persen pada tahun 2026.

Angka ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang sebesar 5 persen.

Stanchart memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.

BI akan menyeimbangkan antara menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Dalam laporan “Global market Outlook 2026 – Blowing Bubbles?”, Stanchart menyoroti bahwa harga aset telah meningkat, namun belum ada indikasi “bubble” sistemik seperti periode sebelumnya.

Laporan tersebut juga memprediksi aset berisiko, terutama ekuitas, berpotensi mencatat kinerja positif di tahun 2026.

Hal ini didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Stanchart mengidentifikasi tiga tema utama investasi untuk tahun 2026.

Pertama,ekuitas dengan fokus pada pasar yang didukung oleh pertumbuhan laba.

Kedua, pendapatan (income) khususnya obligasi emerging markets yang menawarkan imbal hasil menarik dan diversifikasi.

Ketiga, diversifikasi, seperti emas dan strategi alternatif, untuk meredam volatilitas portofolio.

Pendekatan ini menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan wilayah.

selain itu, alokasi portofolio yang terstruktur, mencakup komponen inti (core), taktis (tactical), dan oportunistik (opportunistic), dinilai penting untuk menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan pengelolaan risiko jangka panjang.

“Kami tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan,” ujar Senior Economist Stanchart Indonesia, Aldian Taloputra.

Ia menambahkan, langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator dan fokus pada basic ekonomi menjadi fondasi penting untuk pemulihan.