Tutup
Regulasi

Emas Perak Platinum Meroket: Saham Cetak Rekor Tertinggi 2025

187
×

Emas Perak Platinum Meroket: Saham Cetak Rekor Tertinggi 2025

Sebarkan artikel ini

LONDON – Pasar logam mulia mengalami koreksi tipis di penghujung tahun 2025 setelah para investor ramai-ramai merealisasikan keuntungan (profit taking) yang signifikan sepanjang tahun. Sementara itu, pasar saham mencatatkan kinerja terbaiknya sejak sebelum pandemi COVID-19.

Harga emas, perak, dan platinum sebelumnya mencatatkan kenaikan yang luar biasa di tahun 2025, didorong oleh berbagai faktor termasuk ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar AS.

Namun, pada hari Rabu (31/12/2025), terjadi aksi ambil untung yang cukup besar di pasar logam mulia.

Harga perak di London anjlok hampir 6% setelah sebelumnya melonjak sekitar 150% sepanjang tahun. Emas, yang mencatatkan performa terbaik sejak krisis minyak tahun 1979, turun sekitar 1%. Platinum juga mengalami penurunan 8% dari rekor tertingginya, meskipun secara keseluruhan masih naik 120% di tahun 2025.

Sementara itu, pasar saham Eropa cenderung stabil, bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa. Sektor perbankan dan senjata bahkan mampu melampaui kinerja “Mag 7”, tujuh perusahaan teknologi raksasa AS yang menjadi acuan pasar global.

Indeks MSCI global juga relatif datar setelah mencatatkan reli senilai 15 triliun dolar AS sepanjang tahun. Investor kini tengah mencermati notulen rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Desember, yang menyoroti perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan terkait suku bunga AS.

Secara keseluruhan, indeks MSCI global diproyeksikan naik sekitar 21% sepanjang tahun, menjadi kenaikan terbesar sejak 2019. Kenaikan ini didorong oleh saham produsen chip dan booming saham terkait kecerdasan buatan (AI).

“Meskipun ada beberapa kejutan kecil, tahun ini luar biasa untuk hasil investasi,” kata Kyle Rodda, analis senior di Capital.com. Ia menambahkan bahwa kombinasi booming AI dan kebijakan moneter serta fiskal yang longgar telah mendorong aset berisiko ke level tertinggi.

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat tipis menjelang akhir tahun, tetapi secara keseluruhan mengalami penurunan 9,4% sepanjang 2025. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 2017, sehingga euro dan sebagian besar mata uang lainnya mencatatkan keuntungan yang signifikan, kecuali yen.

Perhatian investor pada tahun depan akan tertuju pada langkah The Fed terkait suku bunga. Notulen rapat Desember mengindikasikan dukungan mayoritas peserta rapat untuk pemotongan suku bunga, dengan beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan ini penting untuk menstabilkan pasar tenaga kerja setelah perlambatan penciptaan lapangan kerja baru.

Di pasar obligasi, sebagian besar pasar obligasi zona euro tutup pada hari Rabu. Obligasi pemerintah Inggris (gilts) 10 tahun berada di level 4,5%, sementara obligasi AS (Treasuries) sedikit di bawah 4,12%, turun 45 basis poin sepanjang tahun.

Di sisi komoditas, harga minyak Brent bergerak di sekitar 61 dolar AS per barel, menutup tahun dengan penurunan lebih dari 17%. Ini merupakan tahun ketiga berturut-turut harga minyak turun, dipicu oleh pasokan berlebih, tarif perdagangan, dan spekulasi terkait sanksi AS terhadap produsen seperti Rusia dan Venezuela.

Secara keseluruhan, investor menutup tahun 2025 dengan portofolio yang beragam, mencakup logam mulia yang memberikan keuntungan spektakuler, saham teknologi yang didorong oleh rally AI, dan minyak yang tetap menjadi tantangan global.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…